BGBL · GMB 2025/2026
Draft internal
Working document · Tim BGBL

Program Guru Merdeka Belajar
2025/2026

Deep-dive lengkap dari "Laporan Akhir Tahun Program Guru Merdeka Belajar — Monitoring, Evaluation & Learning (MEL), Periode 2025-2026" — tahun flagship saat ini, paling terdokumentasi dari seluruh linimasa BGBL. Bagian dari kompilasi 1 Dekade BGBL. Untuk skor pre/post-test individual per guru dampingan dan roster lengkap sekolah, lihat halaman terpisah Data Guru Dampingan → — halaman ini sengaja tidak mengulang data itu.

2022/2023 — GMB dimulai 2025/2026 — tahun ini
4daerah dampingan: Rote Ndao, Belu, Kutoarjo, Ujung Kulon
14sekolah dampingan intensif
47 / 497guru / siswa didampingi intensif
451stakeholder & kolaborator terlibat
1

Latar Belakang & Tujuan Program

Kerangka masalah dan tujuan yang mendasari seluruh desain program GMB — dikutip apa adanya dari slide pembuka laporan, belum pernah muncul di halaman lain di situs ini.

Latar Belakang

Fenomena "sekolah tapi tidak belajar"

Partisipasi sekolah yang tinggi di Indonesia belum sejalan dengan kualitas hasil belajar murid. Data World Bank (2023) yang dikutip laporan ini: hanya 26% guru memiliki keterampilan instruksional pada tingkat sedang/tinggi, dan hanya 10% guru memiliki keterampilan sosial-emosional. Di sisi lain, akses pelatihan berkelanjutan masih terbatas — kalaupun ada, sering berfokus pada beban administratif dibandingkan pengembangan praktik pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid.

Oleh karena itu, BGBL melalui program Guru Merdeka Belajar (GMB) menghadirkan ruang belajar kolaboratif dan berkelanjutan untuk mendukung guru: terus belajar, berbagi praktik baik, dan meningkatkan kualitas pembelajaran — demi pengalaman dan hasil belajar murid turut meningkat.

Sumber: Laporan GMB 2025/2026 — Latar Belakang (World Bank, 2023)
Tujuan Program

4 pilar kompetensi Perdirjen GTK No. 2626/B/HK.04.01/2023

GMB bertujuan meningkatkan kompetensi guru yang sejalan dengan 4 pilar kompetensi resmi ini: Kompetensi Pedagogik (mengelola pembelajaran berpusat siswa), Kompetensi Sosial (berkomunikasi & berinteraksi efektif dengan siswa, sesama guru, orang tua, masyarakat), Kompetensi Kepribadian (akhlak mulia, arif, berwibawa, teladan siswa), dan Kompetensi Profesional (penguasaan materi untuk tujuan & pengorganisasian pembelajaran berpusat siswa). Diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah dampingan BGBL.

Sumber: Laporan GMB 2025/2026 — Tujuan Program
Capaian GMB 2022–2025 (sebelum tahun ini)

Baseline: 3 daerah, 11 sekolah, 45 guru

Cakupan pendampingan intensif akumulatif sebelum ekspansi 2025/2026: 3 daerah (Rote Ndao, Belu, Kutoarjo), 11 sekolah, 45 guru. Tiga area kompetensi paling banyak dikembangkan: pedagogik (perencanaan & strategi mengajar), sosial-emosional, dan kemampuan menciptakan lingkungan belajar aktif. Fokus bergeser dari pemahaman dasar Merdeka Belajar menuju penguatan praktik — mulai terlihat perubahan praktik guru, meski belum merata dan konsisten di seluruh sekolah.

Sumber: Laporan Program GMB 24/25
Target 2025-2026

Perluasan cakupan + konsistensi penerapan

Memperluas cakupan pendampingan intensif ke lebih banyak daerah, sekolah, dan guru. Mendorong guru menerapkan kompetensi secara lebih konsisten dalam pembelajaran sehari-hari serta berbagi praktik baik ke rekan guru — sehingga semakin banyak guru mampu menerapkan pembelajaran berpusat murid, berkolaborasi dalam komunitas belajar, dan memberi dampak nyata terhadap kualitas hasil belajar murid.

Sumber: Theory of Change GMB
2

Skema Program

Tiga kerangka berbeda dari laporan sumber, masing-masing menjawab pertanyaan berbeda: bagaimana fasilitator direkrut & ditugaskan, bagaimana siklus pelatihan KKG/PKG berjalan tiap tahun, dan bagaimana peran BGBL bergeser seiring kematangan sebuah daerah.

A. Skema Program Pendampingan GMB

Tahap 1 — Rekrutmen
BGBL membuka kesempatan bagi putra-putri Indonesia untuk berkontribusi sebagai fasilitator daerah melalui rekrutmen terbuka.
Tahap 2 — Pelatihan
Fasilitator daerah terpilih mengikuti serangkaian pelatihan sebagai bekal memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru di daerah dan sekolah sasaran.
Tahap 3 — Pendampingan
Fasilitator daerah mendampingi guru-guru di daerah dan sekolah sasaran untuk meningkatkan kualitas praktik mengajar, yang manfaatnya dirasakan siswa.

B. Skema Pelatihan & Pendampingan di KKG/PKG (siklus tahunan)

1. Penyusunan Kurikulum
Fasilitator berdiskusi dengan stakeholder daerah (dinas pendidikan, guru penggerak, dsb) soal kebutuhan & kurikulum pelatihan yang relevan.
2. ToT
Fasilitator BGBL melatih guru penggerak yang akan menjadi fasilitator KKG/PKG, termasuk coaching clinic bila perlu.
3. Pengimbasan di KKG/PKG
Fasilitator KKG/PKG melakukan sesi-sesi pelatihan guru di lingkup KKG/PKG masing-masing sesuai kurikulum yang ditetapkan.
4. Perayaan Belajar Guru
Apresiasi setelah pelatihan & pendampingan KKG/PKG, sekaligus asesmen sumatif proses pembelajaran guru.
5. Refleksi
Refleksi berdasarkan data monev untuk menyusun kurikulum siklus berikutnya.

C. Skema Pengembangan Pendidikan di Daerah — model kematangan 4 tahap

Kerangka strategis yang menjelaskan bagaimana peran BGBL di sebuah daerah bergeser tahun demi tahun — dari intervensi langsung ke sekolah, menuju kemandirian pemerintah daerah menjalankan sistem pengembangan gurunya sendiri. Urutan tahap direkonstruksi dari isi tiap slide (deck aslinya berupa diagram bertahap; teks label & paragraf sedikit tidak berurutan saat diekstrak, tapi isi tiap tahap jelas dan konsisten secara logis).

Tahun 1 Mula
Pendampingan Sekolah

Fasilitator menjalankan peran dasar sebagai pelatih dan pendamping guru di beberapa sekolah contoh. Fasilitator akan:

  • Beradaptasi, mendekatkan diri dengan pemangku kepentingan setempat
  • Melakukan asesmen terhadap kondisi dan kebutuhan guru, dengan contoh sekolah dampingan
Tahun 2 Bantu
Pendampingan KKG Tahap 1

Fasilitator mulai menjalankan program pendampingan Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kecamatan. Fasilitator akan:

  • Mengisi KKG setempat dengan sesi-sesi pelatihan guru yang dibutuhkan
  • Beradaptasi, mendekatkan diri dengan guru-guru di daerah
  • Melakukan asesmen terhadap kondisi dan kebutuhan seluruh guru di daerah
  • Melakukan asesmen terhadap pengawas dan guru penggerak daerah
Tahun 3 Tata
Pendampingan KKG Tahap 2

Fasilitator berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membuat sistem KKG yang lebih berbasis kebutuhan dan digerakkan oleh pemerintah & guru di daerah. Fasilitator akan:

  • Memfasilitasi pembuatan kurikulum KKG di daerah, termasuk kegiatan kulminasi pembelajaran KKG
  • Melatih Pengawas dan/atau Guru Penggerak sebagai Pelatih KKG
  • Mendampingi pelaksanaan KKG-KKG di tingkat kecamatan yang dijalankan para pelatih
Tahun 4+ Nama tahap belum ada di slide
Pendampingan KKG Tahap 3

Fasilitator membangun kemandirian pemerintah dan guru di daerah untuk menjalankan KKG yang memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah. Fasilitator akan:

  • Mengadvokasikan keseluruhan rangkaian program KKG — terutama kegiatan kulminasi pembelajaran KKG — menjadi program tahunan daerah
  • Menumbuhkan kemampuan pemerintah dan pelatih KKG dalam menyusun kurikulum dan menjalankan Training of Trainers (ToT)
Slide sumber tidak memberi nama untuk tahap ke-4 ini (beda dari Mula/Bantu/Tata) — jangan diisi nama sendiri sebelum dikonfirmasi tim MEL
3

Fasilitator Pendamping GMB 2025/2026

9 fasilitator aktif tahun ini, dengan bio pendidikan & pengalaman kerja lengkap — versi lebih dalam dari roster nama+daerah di halaman utama /1dekade/.

Rote Ndao
Dhoni

Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pengalaman kerja: Mentor BSI Scholarship Inspirasi; Supplier PT Conesia Agri Industri; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; Fasilitator Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4.

Naomi

Ekonomi Akuntansi, STIE Yayasan Pendidikan Ujung Pandang

Pengalaman kerja: Head of Program, Setara Berdaya Group; Project Manager, Inklusif dari Timur Foundation; Co-Founder, Lingkar Perempuan Global; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.

Iksan

Bahasa Inggris, IAIN Palopo

Pengalaman kerja: 4 tahun menjadi teman belajar guru dan siswa di 4 pulau berbeda; suka baca & ngobrol soal buku, senang art & craft; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.

Belu
Agil

Universitas Tadulako, Pendidikan MIPA

Pengalaman kerja: Admin Bank Sampah Kabelota Pura dan Kebun Kirana; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.

Ghazi

Profesi Ners/Nurse, Universitas Widya Nusantara

Pengalaman kerja: Mentor Sikolapomore Palu; Staf WAREK III Universitas Widya Nusantara, pendamping PKM Center.

Kutoarjo
Ulfa

Ilmu Sejarah, Universitas Indonesia

Pengalaman kerja: Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; Head of Marketing and Communication, Indonesia Quran Foundation; Project Officer, Maxima Impact.

Catatan: Kutoarjo tercatat hanya 1 fasilitator (Ulfa) di slide roster 2025/2026, berbeda dari 3 daerah lain yang punya 2–3 fasilitator. Belum jelas apakah ini rasio yang disengaja (Kutoarjo daerah paling matang/Tata) atau sekadar belum terisi penuh — perlu konfirmasi tim MEL.
Ujung Kulon
Ajheng

Ilmu Keluarga dan Konsumen, Institut Pertanian Bogor

Pengalaman kerja: Asisten Dosen Institut Pertanian Bogor; Supervisor Sosial, Data Desa Presisi.

Uki

Fisika, UIN Alauddin Makassar

Pengalaman kerja: Officer, Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.

Ono'

Sosiologi, Universitas Lampung

Pengalaman kerja: Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; Sekretaris Umum PERBASI Lampung Timur; Basic Education Officer, Program KREASI Nias Utara.

Sumber: Laporan GMB 2025/2026 — Fasilitator Pendamping GMB 2025-2026

Sekolah Dampingan GMB 2025/2026 (14 sekolah)

TK Talenta Batula
Rote Ndao, NTT
TK Mentari
Rote Ndao, NTT
SD GMIT Oeulu
Rote Ndao, NTT
SDN Ufa
Rote Ndao, NTT
PAUD Fajar Usia Emas
Belu, NTT
KB Rai Moris
Belu, NTT
KB Moris Foun
Belu, NTT
PAUD Brithany
Belu, NTT
TK Nasional
Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo, Jateng
TK Handayani
Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo, Jateng
TK Al Huda
Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Ujung Kulon
TK Mandiri
Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Ujung Kulon
TK Nurul Hikmah
Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Ujung Kulon
PTN Bahari
Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Ujung Kulon
4

Praktik Baik per Daerah

Rincian penuh — jauh lebih granular dari ringkasan 1-2 baris per daerah di halaman utama. Dua kolom per daerah: apa yang berjalan di sekolah-sekolah dampingan langsung, dan apa yang berjalan di level kecamatan/kabupaten (KKG/PKG, kolaborasi lintas-stakeholder).

Rote Ndao, NTT Belu, NTT Kutoarjo, Jateng Ujung Kulon, Banten

Rote Ndao

Di Sekolah-Sekolah Dampingan
  • Kegiatan Belajar dan Bermain (KBB) antara guru dan siswa per bulan
  • Implementasi strategi mengajar dan manajemen kelas yang beragam
  • Implementasi pembelajaran mulok, integrasi Bahasa Inggris dan bahasa daerah
  • Variasi ekstrakurikuler & kokurikuler sesuai kebutuhan dan konteks daerah
  • Pembiasaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman
  • Program literasi sekolah, program sekolah sehat, festival di lingkup sekolah
Di Tingkat Kecamatan-Kabupaten
  • Penyusunan buku membaca untuk kelas rendah (kelas 1, 2, 3)
  • Studi banding dan sharing session antar sekolah
  • Pelatihan rutin untuk guru soal modul ajar, RPP, Montessori, platform digital, penyusunan rapor, dsb
  • Pelibatan orang tua, pembuatan rapor hingga penyampaian perkembangan siswa, refleksi akhir semester
  • 7x pelatihan guru di KKG Mawar; pertemuan tingkat KKG PAUD di Rote Timur; 4x pelatihan guru di KKG Rote Timur
  • Pelatihan guru-guru SMP terkait literasi numerasi
  • Kolaborasi dengan Guru Rote Belajar (GRB) — pelatihan guru di 9 dari 11 kecamatan, 5x pelatihan online bersama Paragon & KITA Bhinneka
  • Kolaborasi kegiatan pendidikan bersama 5 komunitas lain (Rote Book Club, Kemah Pemuda Rote, Rumah Baca Deranitan, Rote Science Club, Rote Chess Club)
  • Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS)

Belu

Di Sekolah-Sekolah Dampingan
  • Pembelajaran Montessori 2x/minggu
  • Kokurikuler (P5) per semester untuk penguatan karakter siswa
  • Penyusunan modul ajar dan modul proyek oleh guru secara mandiri
  • Pemanfaatan teknologi digital untuk modul ajar, media pembelajaran, lembar kerja, dan rapor
  • Dukungan kepada siswa terkait kelengkapan administrasi di Dapodik
Di Tingkat Kecamatan-Kabupaten
  • Pelatihan rutin: modul ajar, identifikasi minat & kebutuhan anak, integrasi muatan lokal, deep learning, penyusunan rapor
  • Pelibatan orang tua, pembuatan rapor, refleksi bulanan bersama guru
  • Koordinasi & kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, HIMPAUDI, dan stakeholder lain
  • Training of Trainers (ToT) untuk guru penggerak perwakilan PKG (Guru PAUD Belu Belajar)
  • Pengimbasan pelatihan dari Guru PAUD Belu Belajar ke guru-guru di masing-masing PKG/gugus
  • Coaching clinic untuk Guru PAUD Belu Belajar
  • Penyusunan buku Muatan Lokal PAUD berkolaborasi dengan berbagai stakeholder
  • Pelatihan Integrasi Muatan Lokal ke Kurikulum Merdeka; pengimbasan modul ajar ke 6 dari 14 PKG
  • Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS)

Kutoarjo

Di Sekolah-Sekolah Dampingan
  • Pelatihan rutin untuk guru, pengelola sekolah, dan orang tua, materi disesuaikan kebutuhan
  • Pembiasaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tinggi toleransi
  • Refleksi rutin bersama guru-guru
  • Integrasi muatan lokal lewat ekstrakurikuler tarian tradisional
  • Pelibatan orang tua; inisiasi grup WhatsApp orang tua untuk diskusi perkembangan siswa
  • Home visit ke rumah siswa per bulan
  • Kegiatan kokurikuler di area Kutoarjo dan Yogyakarta
Di Tingkat Kecamatan
  • Pelibatan stakeholder di Kutoarjo dan Banyuurip
  • Diskusi dengan pengurus PKK, IGTK, dan Koorwilcambidik Kutoarjo soal peluang & rencana kolaborasi
  • Pelatihan Penyusunan Soal HOTS untuk guru-guru Banyuurip, kolaborasi dengan Divisi Pelatihan BGBL
  • Fasilitasi sesi belajar guru KKG, guru TK-SD, dan kader PKK — termasuk Montessori dan pembelajaran kreatif
  • Pendampingan kader PKK memfasilitasi belajar anak-anak di sekolah, 2-3x/minggu
  • Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS) di beberapa sekolah Kutoarjo & Banyuurip

Ujung Kulon

Di Sekolah-Sekolah Dampingan
  • Pelatihan dan pendampingan rutin untuk guru, kolektif maupun individual
  • Pendampingan penyusunan catatan perkembangan siswa dan RPP mingguan
  • Pendampingan penguatan manajemen kelas
  • Strategi pembelajaran bervariasi — Montessori, project-based learning, teknologi digital
  • Peningkatan budaya literasi sekolah, termasuk lewat membaca nyaring
  • Refleksi rutin bersama guru; pelibatan orang tua; pengadaan rak Montessori bersama orang tua
Di Tingkat Kecamatan
  • Koordinasi & pelibatan stakeholder — Korwil Kec. Sumur, PGRI, Dinas Pendidikan Pandeglang
  • Kolaborasi dengan komunitas: TBM Rumah Tukik, Lingkar Muda Ujung Kulon, media Serambi Ujung Kulon
  • Pembentukan komunitas Guru Ujung Kulon Belajar
  • 6x pelatihan penguatan kompetensi Guru Ujung Kulon Belajar
  • Fasilitasi Pameran Karya Guru Ujung Kulon Belajar, melibatkan +170 guru
  • Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS)

Sumber: Laporan Bulanan 2025/2026 & Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB (per daerah)

5

Jangkauan Program GMB di Seluruh Daerah

Angka jangkauan total (bukan hanya sekolah/guru dampingan intensif) — mencakup pelatihan gabungan bersama Dinas Pendidikan dan stakeholder lain.

Sekolah Dampingan
14
Sasaran utama program GMB, tersebar di 4 daerah
Komunitas Guru
3
Terbentuk sebagai wadah belajar & berbagi praktik baik
PAUD, SD, SMP terjangkau
498
Mengikuti pelatihan gabungan bersama Dinas Pendidikan & stakeholder lain
Guru Terjangkau
+1.255
Terbantu belajar lagi lewat berbagai kegiatan peningkatan kapasitas
Siswa Terjangkau
+11.707
Penerima manfaat gerakan Merdeka Belajar di seluruh daerah
Stakeholder & Kolaborator
451
Lembaga pemerintahan, sosial, dan organisasi masyarakat pendukung GMB

Kegiatan Pengembangan Pendidikan & Kapasitas Guru

Pelatihan
160 kegiatan
Non-Pelatihan
39 kegiatan
Data belum lengkap: slide sumber juga menampilkan 6 angka persentase (27%, 42%, 43%, 43%, 50%, 10%) di sekitar breakdown kegiatan Pelatihan/Non-Pelatihan ini — kemungkinan besar itu label kategori dari sebuah chart/diagram di slide (misal breakdown per daerah atau per jenis kegiatan), tapi legenda/label kategorinya tidak ikut terbaca oleh pembaca teks Slides. Angka-angka ini sengaja tidak ditampilkan sebagai data berlabel di halaman ini karena tanpa konteks kategorinya, menampilkannya berisiko salah tafsir. Perlu buka slide aslinya langsung (bukan lewat pembaca teks) untuk lihat chart tersebut secara visual.

Sumber: Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB — Jangkauan Program GMB di Seluruh Daerah

6

Penerima Manfaat per Sekolah — 2024-2025 vs 2025-2026

Rincian per sekolah dari tabel komparasi laporan — lebih granular dari angka agregat "45→47 guru, 444→497 siswa" di halaman utama. Kenaikan agregat: guru ⬆4,4% (termasuk yang tidak didampingi intensif), siswa ⬆12%.

DaerahSekolahGuru 24/25Siswa 24/25Guru 25/26Siswa 25/26Δ GuruΔ Siswa
Rote NdaoTK Talenta Batula4634640+1
Rote NdaoTK Mentari327223-1-4
Rote NdaoSD GMIT Oeulu6876890+2
Rote NdaoSD Negeri Ufa1038841-2+3
BeluPos PAUD Fajar Usia Emas440233-2-7
BeluKB Rai Moris327230-1+3
BeluKB Moris Foun329214-1-15
BeluPAUD Brithany439345-1+6
BeluTK Bintang Timur360Tidak ada di daftar 25/26Tidak ada di daftar 25/26
KutoarjoTK Nasional3233190-4
KutoarjoTK Handayani211113-1+2
Ujung KulonTK Al HudaDaerah baruDaerah baru316
Ujung KulonTK MandiriDaerah baruDaerah baru319
Ujung KulonTK Nurul HikmahDaerah baruDaerah baru326
Ujung KulonPTN BahariDaerah baruDaerah baru565
Total4544447497
Gap ditemukan saat menyusun tabel ini: TK Bintang Timur (Belu) tercatat di daftar penerima manfaat 2024-2025 (3 guru, 60 siswa) tapi tidak muncul sama sekali di daftar sekolah dampingan maupun tabel penerima manfaat 2025-2026. Laporan sumber tidak menjelaskan sebabnya (lulus/mandiri, keluar program, atau sekadar tidak lagi jadi sekolah dampingan intensif) — perlu konfirmasi ke tim MEL/fasilitator Belu sebelum dipakai di narasi SROI, karena ini memengaruhi cara membaca angka "penurunan guru/siswa" di Belu.

Sumber: Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB — Penerima Manfaat di Sekolah Dampingan

7

Peningkatan Kompetensi Guru di Lingkup KKG/PKG

Dataset yang sepenuhnya berbeda dari skor pre/post-test guru sekolah dampingan yang dibahas mendalam di /1dekade/gurupendamping/ — di sana populasinya guru dampingan intensif di 14 sekolah; di sini populasinya guru-guru yang ikut pelatihan di lingkup KKG/PKG kecamatan (pengimbasan, lebih luas tapi kurang intensif). Diukur dengan 10 dari 12 item kompetensi (fokus hanya Pedagogik & Sosial — Kepribadian dan Profesional tidak diukur di level ini karena pendampingannya tidak seintensif sekolah dampingan).

⬆ 14,3%
Kompetensi guru dalam mengidentifikasi minat dan kebutuhan belajar siswa.
⬆ 12,6%
Kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berdasarkan hasil identifikasi minat dan kebutuhan belajar siswa, serta capaian pembelajaran sesuai fase.
⬆ 9%
Kompetensi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

Ketiga kompetensi dengan peningkatan paling signifikan ini semuanya aspek Pedagogik — didorong oleh proses belajar bersama di KKG/PKG yang memberi ruang guru berdiskusi & belajar dari pengalaman guru sekolah lain maupun fasilitator BGBL. Pada aspek Sosial (pelibatan orang tua & partisipasi pengembangan diri), peningkatan lebih kecil: sekitar 2%–7%.

4 kompetensi justru turun di level KKG/PKG: pemanfaatan media & sumber belajar, pembiasaan lingkungan belajar yang aman, interaksi positif dengan siswa, serta kolaborasi dengan guru & kepala sekolah. Interpretasi tim MEL di sumber (bukan asumsi halaman ini): bukan berarti guru jadi tidak mampu — kemungkinan besar guru jadi lebih sadar bahwa praktik mereka selama ini belum sebaik yang mereka kira, setelah mendalami aspek-aspek tersebut lewat diskusi & contoh penerapan di KKG/PKG, sehingga penilaian di post-test jadi lebih kritis dan realistis dibanding sebelumnya. Pola ini konsisten dengan penurunan skor rata-rata Kutoarjo yang sudah dibahas di /1dekade/gurupendamping/ untuk populasi sekolah dampingan.

Rencana tindak lanjut yang disebut sumber untuk pendampingan KKG/PKG berikutnya: membantu guru mengidentifikasi media pembelajaran yang paling sesuai kebutuhan siswa; mengajak guru mengajukan pertanyaan yang mendorong refleksi siswa untuk memperkuat interaksi guru-siswa; mendorong guru memanfaatkan diskusi dengan rekan guru & kepala sekolah untuk saling memberi saran dan mencari solusi bersama.

Gap: slide "Apa kata guru KKG/PKG?" hanya berisi baris referensi ("[Responses] Pre-Test & Post-Test Pelatihan KKG/PKG 2025/2026") tanpa teks kutipan yang ikut terekstrak — kemungkinan kontennya berupa tangkapan layar/embed yang tidak terbaca oleh pembaca teks Slides. Testimoni guru KKG/PKG belum bisa ditampilkan di halaman ini.

Sumber: Pre-Test & Post-Test Pelatihan KKG/PKG 2025/2026

8

Cerita Inspiratif dari Daerah Dampingan

Versi teks penuh — halaman utama /1dekade/ hanya menampilkan ringkasan 1-2 kalimat dari masing-masing cerita ini.

Ujung Kulon

Bu Aisyah, TK Al-Huda — dari ragu-ragu jadi percaya diri

Di awal pendampingan, Bu Aisyah, guru TK Al-Huda Ujung Kulon, masih sering menunjukkan keraguan dan jarang menyampaikan pendapatnya. Setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan intensif bersama Fasilitator BGBL, Bu Aisyah semakin percaya diri dengan potensi dan kemampuannya. Beliau mulai lebih inisiatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran serta media ajar berbasis project-based learning untuk siswa-siswi di kelasnya. Bahkan, pada kegiatan Pameran Karya Guru Ujung Kulon Belajar, Bu Aisyah berani mempresentasikan hasil karyanya dengan penuh percaya diri.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika guru mendapatkan ruang belajar, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka dapat berkembang dan berani menunjukkan potensi terbaiknya.

Belu — perjalanan 3 tahun

PAUD Brithany & PAUD Moris Foun — dari Kurikulum 2013 ke penggerak guru lain

Saat pendampingan pertama di PAUD Brithany dan PAUD Moris Foun, Belu, guru-guru masih menggunakan Kurikulum 2013 dalam penyusunan RPP maupun rapor, juga merasa kesulitan untuk menyesuaikan dengan kurikulum baru. Setelah tiga tahun pendampingan bersama Fasilitator BGBL, guru-guru jadi lebih percaya diri dan mandiri dalam merencanakan serta melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bahkan, saat ini guru-guru sudah mampu membantu guru dari sekolah lain dalam menyusun modul ajar, rapor, serta memberikan pelatihan tentang penggunaan aparatus Montessori.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya dapat bertumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak untuk guru lainnya.

Rote Ndao

Murid SDN Ufa menemukan suaranya

Sebelumnya, anak-anak SDN Ufa, Rote, terlihat sangat pemalu dan sulit berkomunikasi dengan suara yang jelas, termasuk dengan guru-guru mereka. Perlahan, melalui kolaborasi antara Fasilitator BGBL dan guru-guru di sekolah, tahun ini murid-murid menunjukkan perubahan. Berbagai aktivitas yang dihadirkan di sekolah membuat anak-anak mulai berani berbicara dan aktif bermain bersama, seperti bermain bola, permainan tradisional, dan bermain alat musik seperti ukulele. Inisiasi program Sekolah Sehat Voice of Ufa, sebagai festival sekolah yang melibatkan guru, murid, dan orang tua, juga menjadi ruang untuk siswa berekspresi dan mengaktualisasikan diri.

Perubahan ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman dan mendukung dapat membantu anak-anak menemukan keberanian dan suaranya.

Kutoarjo — perjalanan 4 tahun

TK Nasional & TK Handayani — sekolah dan keluarga jadi satu ekosistem

Setelah empat tahun pendampingan di TK Nasional dan TK Handayani, Kutoarjo, beberapa praktik baik mulai dijalankan secara konsisten, seperti pertemuan rutin bersama orang tua, pemanfaatan aparatus Montessori, serta home visit untuk mendiskusikan perkembangan anak dengan orang tua. Selain itu, berbagai aktivitas lain juga dilakukan untuk mempererat rasa kekeluargaan antara guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak.

Perjalanan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat tumbuh lebih kuat ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan sebagai satu ekosistem pembelajaran.

Sumber: Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB — Cerita Inspiratif dari Daerah Dampingan

9

Apa Kata Guru dan Stakeholders?

Kutipan penuh, termasuk yang tidak muncul di halaman utama (kutipan Bu Evi).

"Fasilitator BGBL sangat ramah saat berbicara maupun saat memberi masukan atau kritikan, sehingga membuat kami para guru tidak canggung saat ingin bertanya atau meminta bantuan."

Bu Ester — Guru KB Rai Moris, Belu

"Fasilitator BGBL memberikan bimbingan dengan sabar, semangat, dan penuh kasih sayang, memberikan dukungan secara fisik maupun mental dan juga motivasi untuk terus belajar lagi. Contohnya, bagaimana cara berkolaborasi dengan anak-anak, orang tua, rekan guru, dan pihak-pihak lain di lingkungan sekolah."

Bu Evi — Kepala Sekolah TK Nasional, Kutoarjo

"Dengan adanya Fasilitator BGBL di TK Mentari, kami sebagai guru mampu mengalami banyak perubahan dalam proses belajar mengajar. Anak-anak juga menunjukan banyak perkembangan dalam hal kehadiran, kedisiplinan, dan kerja sama."

Bu Gusti — Guru TK Mentari, Rote Ndao

"Terima kasih sudah membantu kami selaku Dinas Pendidikan Kec. Sumur dalam upaya meningkatkan SDM guru dan menumbuhkan kesadaran sebagai pengajar yang harus belajar lagi dan lagi, bukan pengajar yang malah mengajar karena sudah mengajar."

Pak Veri Iksanudin, S.Pd — Korwil Pendidikan Kec. Sumur, Ujung Kulon

Sumber: Penilaian Guru periode 4 2025/2026

Rencana Tindak Lanjut Periode 2026-2027 (dari slide penutup laporan): kolaborasi dengan Lingkar Daerah Belajar (LDB) dan pelibatan pemangku pendidikan daerah guna perluasan dampak; pendampingan kepala sekolah terkait leadership dan manajemen sekolah; penguatan kapasitas guru-guru penggerak untuk keberlanjutan budaya belajar guru.
10

Catatan Rapat (MoM) — Rencana SROI & Buku 1 Dekade

Bukti sumber primer paling langsung soal keputusan bentuk laporan SROI/buku 1 dekade — dikutip apa adanya dari catatan rapat internal, bukan diparafrase, karena ini dokumen perencanaan yang keputusannya akan menentukan arah seluruh kompilasi /1dekade/.

MoM 1 Mei 2026

Laporan Tahunan:

  • Kondisi per tahun sebelum dan sesudah (komparasi)
  • Untuk 5 tahun GMB harapannya dibuat SROI dari tahun ke tahun
  • Terlihat cerita baru dari tahun ini
  • Dampak periode 4 & apa keterbaruan

SROI:

  • Rekap perjalanan selama 5 tahun
  • Full kualitatif dan cerita
  • Tahun 2027 akan di-release buku rekap perjalanan 5 tahun GMB
  • Tidak ada laporan tahunan, tapi berupa buku
MoM 22 Mei 2026
  • Analisis dari unit terkecil: per guru, per sekolah, per daerah
  • Yang disajikan di publik: KESELURUHAN (agregat)
  • Analisis per kompetensi berdasarkan item kompetensi
  • Buat Pameran Karya Ujung Kulon (masuk activity)

CTA (call to action) yang disebut eksplisit:

  • Reminder Post-Test per guru
  • Analisis hasil pre-post test guru
  • Status peningkatan kompetensi per guru
  • Analisis hasil monev per guru, per sekolah, per daerah
  • Analisis hasil keseluruhan monev
Kenapa ini penting untuk keputusan tim: MoM ini secara eksplisit menyebut cakupan SROI sebagai "5 tahun GMB" (2022/2023–2026/2027), bukan "1 dekade BGBL" (2017–2027) — konsisten dengan pertanyaan terbuka #04 di halaman utama /1dekade/ soal cakupan SROI yang masih perlu keputusan final. Struktur "analisis per guru → per sekolah → per daerah, disajikan ke publik sebagai agregat" persis menjelaskan kenapa halaman /1dekade/gurupendamping/ (unit terkecil: per guru) dan halaman ini (unit lebih besar: per sekolah/daerah/program) dibangun terpisah — keduanya adalah dua lapis dari struktur analisis yang sama yang diminta MoM 22 Mei 2026.

Sumber: MoM internal BGBL, dikutip dalam Laporan GMB 2025/2026 (slide penutup)

11

Sumber

Laporan Akhir Tahun Program Guru Merdeka Belajar — MEL, Periode 2025-2026Google Slides, sumber utama seluruh halaman ini (fileId 1mzAijHDBKSvSBIijjw66AsNOSk86FTHoMiNk1gCufh4)
Laporan Program GMB 24/25Dikutip dalam slide "Capaian Pendampingan GMB 2022-2025"
Theory of Change GMBDikutip dalam slide "Target Pendampingan GMB 2025-2026"
Laporan Bulanan 2025/2026Dikutip dalam slide "Praktik Baik" tiap daerah
Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMBDikutip dalam slide Praktik Baik, Jangkauan Program, Penerima Manfaat, Cerita Inspiratif
Rekap Perkembangan Guru & Site Visit GMB Periode 4Sumber angka kompetensi sekolah dampingan — dibahas mendalam di /1dekade/gurupendamping/, bukan di halaman ini
Pre-Test & Post-Test Pelatihan KKG/PKG 2025/2026Sumber bagian 7 (KKG/PKG) — dataset terpisah dari data sekolah dampingan
Penilaian Guru periode 4 2025/2026Sumber testimoni guru & stakeholder
World Bank, 2023Statistik keterampilan instruksional & sosial-emosional guru, dikutip dalam slide Latar Belakang
Perdirjen GTK No. 2626/B/HK.04.01/2023Kerangka 4 pilar kompetensi guru yang jadi acuan seluruh pengukuran GMB
Halaman terkait: /1dekade/ — kompilasi linimasa 10 tahun BGBL & gap analysis lintas-era · /1dekade/gurupendamping/ — skor pre/post-test individual per guru dampingan periode 4, roster lengkap sekolah, rekomendasi per daerah.