Latar Belakang & Tujuan Program
Kerangka masalah dan tujuan yang mendasari seluruh desain program GMB — dikutip apa adanya dari slide pembuka laporan, belum pernah muncul di halaman lain di situs ini.
Fenomena "sekolah tapi tidak belajar"
Partisipasi sekolah yang tinggi di Indonesia belum sejalan dengan kualitas hasil belajar murid. Data World Bank (2023) yang dikutip laporan ini: hanya 26% guru memiliki keterampilan instruksional pada tingkat sedang/tinggi, dan hanya 10% guru memiliki keterampilan sosial-emosional. Di sisi lain, akses pelatihan berkelanjutan masih terbatas — kalaupun ada, sering berfokus pada beban administratif dibandingkan pengembangan praktik pembelajaran yang inovatif dan berpihak pada murid.
Oleh karena itu, BGBL melalui program Guru Merdeka Belajar (GMB) menghadirkan ruang belajar kolaboratif dan berkelanjutan untuk mendukung guru: terus belajar, berbagi praktik baik, dan meningkatkan kualitas pembelajaran — demi pengalaman dan hasil belajar murid turut meningkat.
Sumber: Laporan GMB 2025/2026 — Latar Belakang (World Bank, 2023)4 pilar kompetensi Perdirjen GTK No. 2626/B/HK.04.01/2023
GMB bertujuan meningkatkan kompetensi guru yang sejalan dengan 4 pilar kompetensi resmi ini: Kompetensi Pedagogik (mengelola pembelajaran berpusat siswa), Kompetensi Sosial (berkomunikasi & berinteraksi efektif dengan siswa, sesama guru, orang tua, masyarakat), Kompetensi Kepribadian (akhlak mulia, arif, berwibawa, teladan siswa), dan Kompetensi Profesional (penguasaan materi untuk tujuan & pengorganisasian pembelajaran berpusat siswa). Diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah dampingan BGBL.
Sumber: Laporan GMB 2025/2026 — Tujuan ProgramBaseline: 3 daerah, 11 sekolah, 45 guru
Cakupan pendampingan intensif akumulatif sebelum ekspansi 2025/2026: 3 daerah (Rote Ndao, Belu, Kutoarjo), 11 sekolah, 45 guru. Tiga area kompetensi paling banyak dikembangkan: pedagogik (perencanaan & strategi mengajar), sosial-emosional, dan kemampuan menciptakan lingkungan belajar aktif. Fokus bergeser dari pemahaman dasar Merdeka Belajar menuju penguatan praktik — mulai terlihat perubahan praktik guru, meski belum merata dan konsisten di seluruh sekolah.
Sumber: Laporan Program GMB 24/25Perluasan cakupan + konsistensi penerapan
Memperluas cakupan pendampingan intensif ke lebih banyak daerah, sekolah, dan guru. Mendorong guru menerapkan kompetensi secara lebih konsisten dalam pembelajaran sehari-hari serta berbagi praktik baik ke rekan guru — sehingga semakin banyak guru mampu menerapkan pembelajaran berpusat murid, berkolaborasi dalam komunitas belajar, dan memberi dampak nyata terhadap kualitas hasil belajar murid.
Sumber: Theory of Change GMBSkema Program
Tiga kerangka berbeda dari laporan sumber, masing-masing menjawab pertanyaan berbeda: bagaimana fasilitator direkrut & ditugaskan, bagaimana siklus pelatihan KKG/PKG berjalan tiap tahun, dan bagaimana peran BGBL bergeser seiring kematangan sebuah daerah.
A. Skema Program Pendampingan GMB
B. Skema Pelatihan & Pendampingan di KKG/PKG (siklus tahunan)
C. Skema Pengembangan Pendidikan di Daerah — model kematangan 4 tahap
Kerangka strategis yang menjelaskan bagaimana peran BGBL di sebuah daerah bergeser tahun demi tahun — dari intervensi langsung ke sekolah, menuju kemandirian pemerintah daerah menjalankan sistem pengembangan gurunya sendiri. Urutan tahap direkonstruksi dari isi tiap slide (deck aslinya berupa diagram bertahap; teks label & paragraf sedikit tidak berurutan saat diekstrak, tapi isi tiap tahap jelas dan konsisten secara logis).
Fasilitator menjalankan peran dasar sebagai pelatih dan pendamping guru di beberapa sekolah contoh. Fasilitator akan:
- Beradaptasi, mendekatkan diri dengan pemangku kepentingan setempat
- Melakukan asesmen terhadap kondisi dan kebutuhan guru, dengan contoh sekolah dampingan
Fasilitator mulai menjalankan program pendampingan Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kecamatan. Fasilitator akan:
- Mengisi KKG setempat dengan sesi-sesi pelatihan guru yang dibutuhkan
- Beradaptasi, mendekatkan diri dengan guru-guru di daerah
- Melakukan asesmen terhadap kondisi dan kebutuhan seluruh guru di daerah
- Melakukan asesmen terhadap pengawas dan guru penggerak daerah
Fasilitator berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membuat sistem KKG yang lebih berbasis kebutuhan dan digerakkan oleh pemerintah & guru di daerah. Fasilitator akan:
- Memfasilitasi pembuatan kurikulum KKG di daerah, termasuk kegiatan kulminasi pembelajaran KKG
- Melatih Pengawas dan/atau Guru Penggerak sebagai Pelatih KKG
- Mendampingi pelaksanaan KKG-KKG di tingkat kecamatan yang dijalankan para pelatih
Fasilitator membangun kemandirian pemerintah dan guru di daerah untuk menjalankan KKG yang memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah. Fasilitator akan:
- Mengadvokasikan keseluruhan rangkaian program KKG — terutama kegiatan kulminasi pembelajaran KKG — menjadi program tahunan daerah
- Menumbuhkan kemampuan pemerintah dan pelatih KKG dalam menyusun kurikulum dan menjalankan Training of Trainers (ToT)
Fasilitator Pendamping GMB 2025/2026
9 fasilitator aktif tahun ini, dengan bio pendidikan & pengalaman kerja lengkap — versi lebih dalam dari roster nama+daerah di halaman utama /1dekade/.
Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pengalaman kerja: Mentor BSI Scholarship Inspirasi; Supplier PT Conesia Agri Industri; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; Fasilitator Beasiswa Indonesia Maju Angkatan 4.
Ekonomi Akuntansi, STIE Yayasan Pendidikan Ujung Pandang
Pengalaman kerja: Head of Program, Setara Berdaya Group; Project Manager, Inklusif dari Timur Foundation; Co-Founder, Lingkar Perempuan Global; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.
Bahasa Inggris, IAIN Palopo
Pengalaman kerja: 4 tahun menjadi teman belajar guru dan siswa di 4 pulau berbeda; suka baca & ngobrol soal buku, senang art & craft; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.
Universitas Tadulako, Pendidikan MIPA
Pengalaman kerja: Admin Bank Sampah Kabelota Pura dan Kebun Kirana; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.
Profesi Ners/Nurse, Universitas Widya Nusantara
Pengalaman kerja: Mentor Sikolapomore Palu; Staf WAREK III Universitas Widya Nusantara, pendamping PKM Center.
Ilmu Sejarah, Universitas Indonesia
Pengalaman kerja: Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; Head of Marketing and Communication, Indonesia Quran Foundation; Project Officer, Maxima Impact.
Ilmu Keluarga dan Konsumen, Institut Pertanian Bogor
Pengalaman kerja: Asisten Dosen Institut Pertanian Bogor; Supervisor Sosial, Data Desa Presisi.
Fisika, UIN Alauddin Makassar
Pengalaman kerja: Officer, Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika; Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.
Sosiologi, Universitas Lampung
Pengalaman kerja: Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; Sekretaris Umum PERBASI Lampung Timur; Basic Education Officer, Program KREASI Nias Utara.
Sumber: Laporan GMB 2025/2026 — Fasilitator Pendamping GMB 2025-2026
Sekolah Dampingan GMB 2025/2026 (14 sekolah)
Praktik Baik per Daerah
Rincian penuh — jauh lebih granular dari ringkasan 1-2 baris per daerah di halaman utama. Dua kolom per daerah: apa yang berjalan di sekolah-sekolah dampingan langsung, dan apa yang berjalan di level kecamatan/kabupaten (KKG/PKG, kolaborasi lintas-stakeholder).
Rote Ndao
- Kegiatan Belajar dan Bermain (KBB) antara guru dan siswa per bulan
- Implementasi strategi mengajar dan manajemen kelas yang beragam
- Implementasi pembelajaran mulok, integrasi Bahasa Inggris dan bahasa daerah
- Variasi ekstrakurikuler & kokurikuler sesuai kebutuhan dan konteks daerah
- Pembiasaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman
- Program literasi sekolah, program sekolah sehat, festival di lingkup sekolah
- Penyusunan buku membaca untuk kelas rendah (kelas 1, 2, 3)
- Studi banding dan sharing session antar sekolah
- Pelatihan rutin untuk guru soal modul ajar, RPP, Montessori, platform digital, penyusunan rapor, dsb
- Pelibatan orang tua, pembuatan rapor hingga penyampaian perkembangan siswa, refleksi akhir semester
- 7x pelatihan guru di KKG Mawar; pertemuan tingkat KKG PAUD di Rote Timur; 4x pelatihan guru di KKG Rote Timur
- Pelatihan guru-guru SMP terkait literasi numerasi
- Kolaborasi dengan Guru Rote Belajar (GRB) — pelatihan guru di 9 dari 11 kecamatan, 5x pelatihan online bersama Paragon & KITA Bhinneka
- Kolaborasi kegiatan pendidikan bersama 5 komunitas lain (Rote Book Club, Kemah Pemuda Rote, Rumah Baca Deranitan, Rote Science Club, Rote Chess Club)
- Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS)
Belu
- Pembelajaran Montessori 2x/minggu
- Kokurikuler (P5) per semester untuk penguatan karakter siswa
- Penyusunan modul ajar dan modul proyek oleh guru secara mandiri
- Pemanfaatan teknologi digital untuk modul ajar, media pembelajaran, lembar kerja, dan rapor
- Dukungan kepada siswa terkait kelengkapan administrasi di Dapodik
- Pelatihan rutin: modul ajar, identifikasi minat & kebutuhan anak, integrasi muatan lokal, deep learning, penyusunan rapor
- Pelibatan orang tua, pembuatan rapor, refleksi bulanan bersama guru
- Koordinasi & kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Bunda PAUD, HIMPAUDI, dan stakeholder lain
- Training of Trainers (ToT) untuk guru penggerak perwakilan PKG (Guru PAUD Belu Belajar)
- Pengimbasan pelatihan dari Guru PAUD Belu Belajar ke guru-guru di masing-masing PKG/gugus
- Coaching clinic untuk Guru PAUD Belu Belajar
- Penyusunan buku Muatan Lokal PAUD berkolaborasi dengan berbagai stakeholder
- Pelatihan Integrasi Muatan Lokal ke Kurikulum Merdeka; pengimbasan modul ajar ke 6 dari 14 PKG
- Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS)
Kutoarjo
- Pelatihan rutin untuk guru, pengelola sekolah, dan orang tua, materi disesuaikan kebutuhan
- Pembiasaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tinggi toleransi
- Refleksi rutin bersama guru-guru
- Integrasi muatan lokal lewat ekstrakurikuler tarian tradisional
- Pelibatan orang tua; inisiasi grup WhatsApp orang tua untuk diskusi perkembangan siswa
- Home visit ke rumah siswa per bulan
- Kegiatan kokurikuler di area Kutoarjo dan Yogyakarta
- Pelibatan stakeholder di Kutoarjo dan Banyuurip
- Diskusi dengan pengurus PKK, IGTK, dan Koorwilcambidik Kutoarjo soal peluang & rencana kolaborasi
- Pelatihan Penyusunan Soal HOTS untuk guru-guru Banyuurip, kolaborasi dengan Divisi Pelatihan BGBL
- Fasilitasi sesi belajar guru KKG, guru TK-SD, dan kader PKK — termasuk Montessori dan pembelajaran kreatif
- Pendampingan kader PKK memfasilitasi belajar anak-anak di sekolah, 2-3x/minggu
- Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS) di beberapa sekolah Kutoarjo & Banyuurip
Ujung Kulon
- Pelatihan dan pendampingan rutin untuk guru, kolektif maupun individual
- Pendampingan penyusunan catatan perkembangan siswa dan RPP mingguan
- Pendampingan penguatan manajemen kelas
- Strategi pembelajaran bervariasi — Montessori, project-based learning, teknologi digital
- Peningkatan budaya literasi sekolah, termasuk lewat membaca nyaring
- Refleksi rutin bersama guru; pelibatan orang tua; pengadaan rak Montessori bersama orang tua
- Koordinasi & pelibatan stakeholder — Korwil Kec. Sumur, PGRI, Dinas Pendidikan Pandeglang
- Kolaborasi dengan komunitas: TBM Rumah Tukik, Lingkar Muda Ujung Kulon, media Serambi Ujung Kulon
- Pembentukan komunitas Guru Ujung Kulon Belajar
- 6x pelatihan penguatan kompetensi Guru Ujung Kulon Belajar
- Fasilitasi Pameran Karya Guru Ujung Kulon Belajar, melibatkan +170 guru
- Pendampingan sekolah sehat AIA Healthiest Schools (AHS)
Sumber: Laporan Bulanan 2025/2026 & Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB (per daerah)
Jangkauan Program GMB di Seluruh Daerah
Angka jangkauan total (bukan hanya sekolah/guru dampingan intensif) — mencakup pelatihan gabungan bersama Dinas Pendidikan dan stakeholder lain.
Kegiatan Pengembangan Pendidikan & Kapasitas Guru
Sumber: Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB — Jangkauan Program GMB di Seluruh Daerah
Penerima Manfaat per Sekolah — 2024-2025 vs 2025-2026
Rincian per sekolah dari tabel komparasi laporan — lebih granular dari angka agregat "45→47 guru, 444→497 siswa" di halaman utama. Kenaikan agregat: guru ⬆4,4% (termasuk yang tidak didampingi intensif), siswa ⬆12%.
| Daerah | Sekolah | Guru 24/25 | Siswa 24/25 | Guru 25/26 | Siswa 25/26 | Δ Guru | Δ Siswa |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Rote Ndao | TK Talenta Batula | 4 | 63 | 4 | 64 | 0 | +1 |
| Rote Ndao | TK Mentari | 3 | 27 | 2 | 23 | -1 | -4 |
| Rote Ndao | SD GMIT Oeulu | 6 | 87 | 6 | 89 | 0 | +2 |
| Rote Ndao | SD Negeri Ufa | 10 | 38 | 8 | 41 | -2 | +3 |
| Belu | Pos PAUD Fajar Usia Emas | 4 | 40 | 2 | 33 | -2 | -7 |
| Belu | KB Rai Moris | 3 | 27 | 2 | 30 | -1 | +3 |
| Belu | KB Moris Foun | 3 | 29 | 2 | 14 | -1 | -15 |
| Belu | PAUD Brithany | 4 | 39 | 3 | 45 | -1 | +6 |
| Belu | TK Bintang Timur | 3 | 60 | Tidak ada di daftar 25/26 | Tidak ada di daftar 25/26 | — | — |
| Kutoarjo | TK Nasional | 3 | 23 | 3 | 19 | 0 | -4 |
| Kutoarjo | TK Handayani | 2 | 11 | 1 | 13 | -1 | +2 |
| Ujung Kulon | TK Al Huda | Daerah baru | Daerah baru | 3 | 16 | — | — |
| Ujung Kulon | TK Mandiri | Daerah baru | Daerah baru | 3 | 19 | — | — |
| Ujung Kulon | TK Nurul Hikmah | Daerah baru | Daerah baru | 3 | 26 | — | — |
| Ujung Kulon | PTN Bahari | Daerah baru | Daerah baru | 5 | 65 | — | — |
| Total | 45 | 444 | 47 | 497 |
Sumber: Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB — Penerima Manfaat di Sekolah Dampingan
Peningkatan Kompetensi Guru di Lingkup KKG/PKG
Dataset yang sepenuhnya berbeda dari skor pre/post-test guru sekolah dampingan yang dibahas mendalam di /1dekade/gurupendamping/ — di sana populasinya guru dampingan intensif di 14 sekolah; di sini populasinya guru-guru yang ikut pelatihan di lingkup KKG/PKG kecamatan (pengimbasan, lebih luas tapi kurang intensif). Diukur dengan 10 dari 12 item kompetensi (fokus hanya Pedagogik & Sosial — Kepribadian dan Profesional tidak diukur di level ini karena pendampingannya tidak seintensif sekolah dampingan).
Ketiga kompetensi dengan peningkatan paling signifikan ini semuanya aspek Pedagogik — didorong oleh proses belajar bersama di KKG/PKG yang memberi ruang guru berdiskusi & belajar dari pengalaman guru sekolah lain maupun fasilitator BGBL. Pada aspek Sosial (pelibatan orang tua & partisipasi pengembangan diri), peningkatan lebih kecil: sekitar 2%–7%.
Rencana tindak lanjut yang disebut sumber untuk pendampingan KKG/PKG berikutnya: membantu guru mengidentifikasi media pembelajaran yang paling sesuai kebutuhan siswa; mengajak guru mengajukan pertanyaan yang mendorong refleksi siswa untuk memperkuat interaksi guru-siswa; mendorong guru memanfaatkan diskusi dengan rekan guru & kepala sekolah untuk saling memberi saran dan mencari solusi bersama.
Sumber: Pre-Test & Post-Test Pelatihan KKG/PKG 2025/2026
Cerita Inspiratif dari Daerah Dampingan
Versi teks penuh — halaman utama /1dekade/ hanya menampilkan ringkasan 1-2 kalimat dari masing-masing cerita ini.
Bu Aisyah, TK Al-Huda — dari ragu-ragu jadi percaya diri
Di awal pendampingan, Bu Aisyah, guru TK Al-Huda Ujung Kulon, masih sering menunjukkan keraguan dan jarang menyampaikan pendapatnya. Setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan intensif bersama Fasilitator BGBL, Bu Aisyah semakin percaya diri dengan potensi dan kemampuannya. Beliau mulai lebih inisiatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran serta media ajar berbasis project-based learning untuk siswa-siswi di kelasnya. Bahkan, pada kegiatan Pameran Karya Guru Ujung Kulon Belajar, Bu Aisyah berani mempresentasikan hasil karyanya dengan penuh percaya diri.
Hal ini menunjukkan bahwa ketika guru mendapatkan ruang belajar, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka dapat berkembang dan berani menunjukkan potensi terbaiknya.
PAUD Brithany & PAUD Moris Foun — dari Kurikulum 2013 ke penggerak guru lain
Saat pendampingan pertama di PAUD Brithany dan PAUD Moris Foun, Belu, guru-guru masih menggunakan Kurikulum 2013 dalam penyusunan RPP maupun rapor, juga merasa kesulitan untuk menyesuaikan dengan kurikulum baru. Setelah tiga tahun pendampingan bersama Fasilitator BGBL, guru-guru jadi lebih percaya diri dan mandiri dalam merencanakan serta melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bahkan, saat ini guru-guru sudah mampu membantu guru dari sekolah lain dalam menyusun modul ajar, rapor, serta memberikan pelatihan tentang penggunaan aparatus Montessori.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya dapat bertumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi penggerak untuk guru lainnya.
Murid SDN Ufa menemukan suaranya
Sebelumnya, anak-anak SDN Ufa, Rote, terlihat sangat pemalu dan sulit berkomunikasi dengan suara yang jelas, termasuk dengan guru-guru mereka. Perlahan, melalui kolaborasi antara Fasilitator BGBL dan guru-guru di sekolah, tahun ini murid-murid menunjukkan perubahan. Berbagai aktivitas yang dihadirkan di sekolah membuat anak-anak mulai berani berbicara dan aktif bermain bersama, seperti bermain bola, permainan tradisional, dan bermain alat musik seperti ukulele. Inisiasi program Sekolah Sehat Voice of Ufa, sebagai festival sekolah yang melibatkan guru, murid, dan orang tua, juga menjadi ruang untuk siswa berekspresi dan mengaktualisasikan diri.
Perubahan ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang aman dan mendukung dapat membantu anak-anak menemukan keberanian dan suaranya.
TK Nasional & TK Handayani — sekolah dan keluarga jadi satu ekosistem
Setelah empat tahun pendampingan di TK Nasional dan TK Handayani, Kutoarjo, beberapa praktik baik mulai dijalankan secara konsisten, seperti pertemuan rutin bersama orang tua, pemanfaatan aparatus Montessori, serta home visit untuk mendiskusikan perkembangan anak dengan orang tua. Selain itu, berbagai aktivitas lain juga dilakukan untuk mempererat rasa kekeluargaan antara guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam upaya bersama meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak.
Perjalanan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat tumbuh lebih kuat ketika sekolah dan keluarga berjalan beriringan sebagai satu ekosistem pembelajaran.
Sumber: Laporan Pasca Penempatan Fasilitator GMB — Cerita Inspiratif dari Daerah Dampingan
Apa Kata Guru dan Stakeholders?
Kutipan penuh, termasuk yang tidak muncul di halaman utama (kutipan Bu Evi).
"Fasilitator BGBL sangat ramah saat berbicara maupun saat memberi masukan atau kritikan, sehingga membuat kami para guru tidak canggung saat ingin bertanya atau meminta bantuan."
"Fasilitator BGBL memberikan bimbingan dengan sabar, semangat, dan penuh kasih sayang, memberikan dukungan secara fisik maupun mental dan juga motivasi untuk terus belajar lagi. Contohnya, bagaimana cara berkolaborasi dengan anak-anak, orang tua, rekan guru, dan pihak-pihak lain di lingkungan sekolah."
"Dengan adanya Fasilitator BGBL di TK Mentari, kami sebagai guru mampu mengalami banyak perubahan dalam proses belajar mengajar. Anak-anak juga menunjukan banyak perkembangan dalam hal kehadiran, kedisiplinan, dan kerja sama."
"Terima kasih sudah membantu kami selaku Dinas Pendidikan Kec. Sumur dalam upaya meningkatkan SDM guru dan menumbuhkan kesadaran sebagai pengajar yang harus belajar lagi dan lagi, bukan pengajar yang malah mengajar karena sudah mengajar."
Sumber: Penilaian Guru periode 4 2025/2026
Catatan Rapat (MoM) — Rencana SROI & Buku 1 Dekade
Bukti sumber primer paling langsung soal keputusan bentuk laporan SROI/buku 1 dekade — dikutip apa adanya dari catatan rapat internal, bukan diparafrase, karena ini dokumen perencanaan yang keputusannya akan menentukan arah seluruh kompilasi /1dekade/.
Laporan Tahunan:
- Kondisi per tahun sebelum dan sesudah (komparasi)
- Untuk 5 tahun GMB harapannya dibuat SROI dari tahun ke tahun
- Terlihat cerita baru dari tahun ini
- Dampak periode 4 & apa keterbaruan
SROI:
- Rekap perjalanan selama 5 tahun
- Full kualitatif dan cerita
- Tahun 2027 akan di-release buku rekap perjalanan 5 tahun GMB
- Tidak ada laporan tahunan, tapi berupa buku
- Analisis dari unit terkecil: per guru, per sekolah, per daerah
- Yang disajikan di publik: KESELURUHAN (agregat)
- Analisis per kompetensi berdasarkan item kompetensi
- Buat Pameran Karya Ujung Kulon (masuk activity)
CTA (call to action) yang disebut eksplisit:
- Reminder Post-Test per guru
- Analisis hasil pre-post test guru
- Status peningkatan kompetensi per guru
- Analisis hasil monev per guru, per sekolah, per daerah
- Analisis hasil keseluruhan monev
Sumber: MoM internal BGBL, dikutip dalam Laporan GMB 2025/2026 (slide penutup)