BGBL · GMB 2024/2025
Draft internal
Working document · Tim BGBL

Program Guru Merdeka Belajar 2024/2025
Angkatan #3

Deep-dive periode 2024/2025 (GMB angkatan #3): roster fasilitator dengan bio lengkap, refleksi diri tim lewat instrumen Tabula Rasa, capaian & aktivitas program, studi kasus penuh Pesta Pendidikan Rote Malole, kompetisi proyek guru di Rote Ndao, praktik baik per daerah, dan pertumbuhan penerima manfaat lintas 3 tahun ajaran. Diolah dari "Laporan Akhir Tahun Program Guru Merdeka Belajar, Periode 2024-2025" (Google Slides, MEL BGBL). Bagian dari kompilasi 1 Dekade BGBL.

10sekolah sasaran, 3 daerah (Rote Ndao, Belu, Kutoarjo)
880+guru terjangkau (termasuk pengelola)
10.680+siswa terjangkau
40kolaborator lintas sektor
1

Fasilitator GMB #3

Bio lengkap (pendidikan & pengalaman kerja) sesuai yang tercantum di slide fasilitator GMB #3 — dikutip apa adanya, tidak diringkas berlebihan supaya jejak latar belakangnya tetap utuh.

Data terkonfirmasi (ada sumber) Data belum ditemukan / tidak bisa direkonstruksi
Kutoarjo, Jawa Tengah
Y. Nova P. M.
Kutoarjo
Pendidikan: Bachelor of Communication, STIKOM PROSIA; D3 Broadcasting, Bina Sarana Informatika.
Pengalaman: 2014–2018 Kindergarten Teacher di Kidea; 2018–2022 Kindergarten Teacher & Social Media Account Executive.
Rote Ndao, NTT
Laudy Laura O.
Rote Ndao
Pendidikan: Universitas Jenderal Soedirman, Agriculture.
Pengalaman: 2022–2023 Head of Education, PT. Kebun Bumi Lestari; 2021–2022 Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.
Iksan (Iccang)
Rote Ndao
Pendidikan: Bahasa Inggris, IAIN Palopo.
Pengalaman: 4 tahun menjadi teman belajar guru & siswa di 4 pulau berbeda. Suka membaca & ngobrol soal buku, senang art & craft.
Ahmad Marzuki Muhlis
Rote Ndao
Pendidikan: Fisika, UIN Alauddin Makassar.
Pengalaman: Officer Yayasan KITA Bhinneka Tunggal Ika (terakhir); Pengajar Muda Angkatan 24, Indonesia Mengajar.
Belu (Atambua), NTT
Agil
Atambua · Belu
Pendidikan: Universitas Tadulako, Pendidikan MIPA.
Pengalaman: 2023–sekarang Admin Bank Sampah Kabelota Pura & Kebun Kirana; 2021–2022 Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.
Vikaria Nahak
Atambua · Belu
Pendidikan: Universitas Nusa Cendana, FKIP PG-PAUD.
Pengalaman: Jul–Des 2020 Intern RK Kristen GMIT Koinonia Kupang; 2021–2022 TK Bintang Timur Atambua.
Moh. Al-Ghazi
Atambua · Belu
Pendidikan: Profesi Ners/Nurse, Universitas Widya Nusantara.
Pengalaman: Mentor Sikolapomore Palu; Staf WAREK III Universitas Widya Nusantara, pendamping PKM Center.
Ketidakcocokan roster: nama "Masnur" muncul di roster silang halaman /1dekade/gurupendamping/ dengan tag "Rote Ndao · GMB 23/24" (bersama Laudy Laura Octavia). Slide "Fasilitator GMB #3" (2024/2025) yang dibaca untuk halaman ini tidak mencantumkan bio Masnur — hanya Laudy Laura O., Iksan (Iccang), dan Ahmad Marzuki Muhlis untuk Rote Ndao. Kemungkinan Masnur adalah fasilitator angkatan sebelumnya yang sudah tidak bertugas di periode 2024/2025, tapi ini belum dikonfirmasi — tidak ditambahkan ke roster di atas supaya tidak mengarang data.
2

Tabula Rasa Fasilitator

Instrumen refleksi diri tim fasilitator GMB #3 — 7 dimensi perasaan/pertumbuhan, dinilai pada skala 1–10 dengan kutub "Tidak" → "Sangat" (dan penanda tengah "Cukup"). Dimaksudkan sebagai bacaan kualitatif kondisi internal tim, bukan skor kinerja program.

7 Dimensi yang Ditanyakan

  • Perasaan Fasilitator bergabung dengan BGBL
  • Peran sebagai Fasilitator GMB #3
  • Fasilitator merasa bertumbuh di BGBL
  • Kinerja tim Fasilitator GMB #3 di lapangan
  • GMB berdampak sesuai dengan tujuan
  • GMB terus melakukan perbaikan program
  • GMB mendengarkan masukan Fasilitator

Kata kunci evokatif yang ditemukan menyertai skala 1–10 di slide: Bahagia, Perform, Menyala, Bertumbuh, Berdampak, Terlihat, Mendengarkan — jumlahnya cocok dengan 7 dimensi di atas, tapi pemasangan pasti kata-ke-dimensi tidak bisa direkonstruksi dengan yakin dari urutan teks hasil ekstraksi (kemungkinan chart/ikon di slide asli tersusun visual, bukan linear).

01
Skor numerik 1–10 tiap dimensi belum terekstrakSlide kemungkinan menampilkan hasil sebagai chart/gauge visual (radar atau bar per fasilitator), bukan tabel angka — pembacaan teks otomatis tidak menangkap nilai di dalamnya.
Tinggi
02
Pemasangan kata kunci indikator ke tiap dimensiBahagia / Perform / Menyala / Bertumbuh / Berdampak / Terlihat / Mendengarkan — ditemukan sebagai daftar terpisah dari 7 dimensi, urutan visual aslinya tidak terkonfirmasi dari teks.
Sedang
Untuk tim MEL: buka slide "Tabula Rasa Fasilitator" langsung di Google Slides untuk membaca chart visualnya — halaman ini hanya bisa menangkap label teks, bukan nilai grafis.
3

Data Capaian & Aktivitas GMB #3

Jangkauan penerima manfaat dan volume kegiatan pengembangan kapasitas guru sepanjang periode 2024/2025 — dua skala berbeda: 10 sekolah sasaran inti (yang dampingan langsung menghasilkan 45 guru/444 murid, lihat tabel pertumbuhan di bawah) vs. jangkauan program yang jauh lebih luas lewat forum, pelatihan, dan kolaborasi lintas sekolah.

Jangkauan Penerima Manfaat

Sekolah Sasaran
10
Sekolah (jangkauan luas)
350+
Guru (termasuk pengelola)
880+
Siswa
10.680+
Kolaborator
40
Stakeholder
275+
Sumber: Laporan GMB 2024/2025, slide Data Capaian & Aktivitas GMB #3

Volume Kegiatan Pengembangan Kapasitas

Event Lomba
2 kali
Pemateri
55 kali
Narasumber
2 kali
Juri Lomba
1 kali
Fasilitator Forum
45 kali
Pelatihan
1 kali
Workshop
56+ kali
Kegiatan Inspirasi/Forum
20 kali
Catatan rekonstruksi: 8 label kategori dan 8 angka di atas ditemukan di slide sebagai dua blok teks terpisah (angka sebelum & sesudah blok label), bukan tabel eksplisit — pasangan label↔angka di atas adalah rekonstruksi terbaik berdasarkan urutan kemunculan teks, belum diverifikasi terhadap layout visual slide asli. "Event Lomba = 2 kali" saja yang posisinya jelas berdampingan langsung di teks sumber.
4

Pesta Pendidikan Rote Malole

Inisiatif kolaboratif yang diinisiasi oleh para guru di Kabupaten Rote Ndao, bersama Dinas Pendidikan Rote Ndao dan BGBL, dalam wadah Guru Rote Belajar. Lahir dari semangat bersama menciptakan ruang berbagi, refleksi, dan penguatan kapasitas guru demi pendidikan berkualitas & berkelanjutan di Rote Ndao.

Waktu & Tempat

Kamis–Sabtu, 8–10 Mei 2025 · Auditorium Ti'i Langga, Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

Rangkaian Kegiatan

  • Ruang Unjuk Karya
  • Panggung & Seni Budaya
  • Seminar & Baomong Pendidikan
  • Sesi Inspiratif Berbagi Praktik Baik

Tujuan

  • Merayakan inisiatif dan praktik baik pendidikan dari seluruh kecamatan di Rote Ndao
  • Mendorong kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan kualitas pendidikan
  • Menyediakan ruang reflektif dan inspiratif bagi guru, komunitas pendidikan, dan pemangku kepentingan
  • Menghadirkan pendekatan pendidikan yang berdaya, berbudaya, dan berdampak nyata di masyarakat

Data Kolaborator (Ruang Karya Kolaboratif)

Kecamatan
10
Mitra Kolaborator
10
UMKM Lokal
13
Sponsor
17
Peserta
1.300+

Angka Hasil Acara

Sekolah & Karya
86
Narasumber & Tokoh Pendidikan
20
Penampilan Seni Lokal
12
Cerita Inspiratif Sekolah
10

Pendanaan

Sumber DanaJumlah
BGBLRp76.942.295
Sponsor & MerchandiseRp25.731.000
Tu'u SD & SMPRp47.250.000
Total (tertulis di slide)Rp147.028.795
SaldoRp2.894.500
Selisih angka perlu klarifikasi: jumlah 3 sumber dana (BGBL + Sponsor & Merchandise + Tu'u SD & SMP) = Rp149.923.295, bukan Rp147.028.795 seperti tertulis sebagai "Total" di slide. Selisihnya — Rp2.894.500 — persis sama dengan angka "Saldo" yang juga tercantum. Kemungkinan penjelasannya: "Total" di slide sebenarnya adalah total pengeluaran (dana terpakai), dan Saldo adalah sisa dari total pemasukan 3 sumber (Rp149.923.295 − Rp2.894.500 = Rp147.028.795, pas). Tapi ini interpretasi kami, bukan label eksplisit di slide — perlu dikonfirmasi ke tim keuangan/penyelenggara sebelum dipakai di laporan SROI.
Sumber: Laporan GMB 2024/2025, slide Pesta Pendidikan Rote
5

Program Pelatihan & Pendampingan Guru — Kompetisi Proyek Rote Ndao

Inisiatif pengembangan kapasitas pendidik yang mendorong kontribusi nyata guru terhadap sekolah lewat proyek berbasis kebutuhan peserta didik. Guru tidak hanya mengikuti pelatihan, tapi didampingi merancang & mengimplementasikan proyek kolaboratif yang melibatkan siswa, guru, dan sekolah — hasilnya ditampilkan sebagai bagian dari showcase Pesta Pendidikan 2025 (angka "86 Sekolah & Karya" di atas kemungkinan besar merujuk pada program yang sama ini).

Sekolah Peserta
86
Kecamatan
11
Rata-rata Sekolah / Kecamatan
~8
Rata-rata Nilai Akhir
64,62

3 Kategori Proyek

1. Karya Siswa

Proyek yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.

2. Karya Inovasi Guru

Proyek yang dirancang oleh guru dengan fokus pada inovasi pembelajaran yang menyasar kebutuhan siswa.

3. Inovasi Sekolah

Proyek hasil kolaborasi antara guru dan fasilitator selama proses pendampingan, berdampak pada peningkatan kualitas program atau praktik di tingkat sekolah.

Seluruh proyek dinilai dengan rubrik yang diselaraskan pada dua dimensi utama: berpusat pada anak, dan kreatif serta sesuai kebutuhan anak.

Sumber: Laporan GMB 2024/2025, slide Program Pelatihan & Pendampingan Guru di Kabupaten Rote Ndao
6

Praktik Baik per Daerah

Kumpulan praktik lapangan & cerita inspiratif dari 3 daerah dampingan GMB #3.

Rote Ndao, NTT Belu (Atambua), NTT Kutoarjo, Jateng
Rote Ndao

10 Praktik Baik Tercatat

  • Pendampingan program AHS
  • Membuat pohon literasi
  • Pelatihan membaca nyaring
  • Membuat kesepakatan kunjung perpustakaan
  • Mengaktifkan pojok baca
  • Eksplorasi belajar di luar kelas
  • Pengenalan Bahasa Inggris di SD
  • Melakukan perayaan Natal di sekolah
  • Mengisi kelas-kelas kosong
  • Pendampingan guru sebagai pemateri
Kutoarjo

Judul slide "Praktik Baik di Kutoarjo" ada, isi belum berhasil diekstrak

Header ditemukan di slide tapi tidak diikuti daftar poin yang jelas terhubung di hasil ekstraksi teks — kemungkinan isinya ada di slide dalam bentuk gambar/layout yang tidak terbaca sebagai teks linear.

Belu

Judul slide "Praktik Baik di Belu" & "PKG Belu" ada, isi belum berhasil diekstrak

Sama seperti Kutoarjo — kedua judul (termasuk "PKG Belu", kemungkinan Pertemuan/Penguatan Kelompok Guru Belu) muncul di slide tanpa elaborasi konten yang terbaca.

Kegiatan Pendampingan Lapangan (daerah tidak eksplisit)

Daftar berikut ditemukan di slide berdekatan dengan "Waktu & Tempat" Pesta Pendidikan Rote Malole, tapi kontennya (kunjungan rumah wali murid, makan bersama) terasa seperti aktivitas pendampingan sepanjang tahun, bukan bagian acara 3 hari — kemungkinan besar ini sebenarnya isi dari "Praktik Baik di Kutoarjo" atau "Praktik Baik di Belu" yang urutannya tergeser saat ekstraksi teks. Atribusi daerah belum pasti

  • Pendampingan pembelajaran dan penerapan metode Montessori
  • Pelibatan & belajar bersama orang tua
  • Penerapan manajemen kelas, membaca nyaring, catatan anekdot, feedback
  • Melakukan kegiatan mural di sekolah
  • Kunjungan ke rumah wali murid
  • Melahirkan program baru berupa makan bersama
  • Belajar membuat apparatus versi D.I.Y.
Belu — Inovasi Lokal

Biti Sebagai Pengganti Alas Kerja Montessori

Alas kerja (mat) Montessori standar hanya tersedia 4 buah, sering menimbulkan rebutan, dan tidak dijual di daerah tugas (kalaupun ada, harganya mahal). Di Desa Manleten, Kab. Belu, guru berinisiatif memanfaatkan Biti — tikar anyaman daun goang (pohon tali) & daun Hedan (pandan berduri), biasa dipakai sebagai alas duduk/tidur — dipotong seukuran alas kerja Montessori, dengan pelibatan orang tua dalam penyediaannya. Contoh nyata pemanfaatan produk lokal & kerja sama sekolah-orang tua.

Rote Ndao — Guru Tumbuh

Bu Ester & Bu Febri

Dua guru yang setiap hari membawa semangat mendidik. Bu Ester si paling kreatif — pernah memotong pelepah pisang jadi media belajar mengecap, pewarna dari pandan jadi warna hijau favoritnya ("Kita akan belajar mengecap hari ini!"). Bu Febri si paling penyemangat — sabar mendampingi anak usia 3-4 tahun yang masih kesulitan membedakan panjang-pendek atau menggulung alas kerja dengan rapi ("Besok kita coba lagi ya", "Kamu hebat, sudah berani mencoba").

"Dulu sistem pembelajaran sifatnya klasikal, saat ini saya dapat memfasilitasi cara belajar anak-anak, mengkolaborasikan aparatus loose part dengan Montessori."

Teti — Kutoarjo

"Anak-anak menjadi lebih tertarik ke sekolah karena adanya permainan yang menarik, terlebih juga orangtua merasa terbantu karena anaknya menjadi mandiri."

Matheos Saba — TK Mentari

"Dari fasilitator, saya belajar bagaimana persisnya diferensiasi pembelajaran, sekarang ini anak-anak lebih banyak yang datang ke sekolah."

Beatriks — TK Mentari

"Saya awalnya belum tau tentang penataan kelas, sekarang jadi paham bagaimana penataan kelas yang baik — tidak hanya tertata rapi tapi ada alasan penempatannya."

Emeransiana — PAUD Moris Foun

"Kemandirian anak-anak serta pemerkayaan media pembelajaran membuat orangtua lebih semangat mengantarkan anak ke sekolah."

Semy — TK Talenta

"Ide membuat pojok baca menurut saya menarik untuk menjadi ruang dialog orangtua ketika mengantar dan menunggu anak-anak, saya ingin belajar lebih tentang contoh-contoh pelibatan orangtua di sekolah."

Matheos Saba — TK Mentari

"Anak-anak lebih rajin datang ke sekolah untuk 'bermain' Montessori, orang tua pun ikut senang dengan kehadiran teman-teman fasilitator di sekolah."

Delsi — TK Talenta

"Play is the Work of the Child."

Maria Montessori — dikutip pada slide Kutoarjo/Purworejo
7

Refleksi Pendampingan 2024/2025

Kerangka refleksi 5-pertanyaan yang dipakai tim MEL untuk membandingkan "apa yang berbeda sebelum & sesudah pendampingan fasilitator" antar tahun ajaran. Fokus di sini pada temuan tahun ajaran 2024/2025.

Catatan internal, disurfacekan apa adanya: tepat setelah tabel penerima manfaat 2024/2025 di slide sumber, ada catatan literal: "Rekomendasi: Tidak perlu kalau tidak ada data dari Fasil Fasil." — kemungkinan catatan kerja internal MEL tentang syarat sebelum sebuah klaim dipakai (butuh data dari fasilitator dulu). Ditampilkan di sini sebagai caveat, bukan klaim final, konsisten dengan prinsip halaman ini untuk tidak menyembunyikan catatan kerja mentah.
Temuan pre/post-test (dikutip dari slide, belum divalidasi metodologinya): "Kemampuan terkait disiplin positif dan kolaborasi menjadi aspek yang cenderung meningkat setelah fasilitator mendampingi guru-guru."

1. Isu/Permasalahan — Apa yang dirasakan guru

  • Guru merasa sangat terbantu dan didukung secara profesional oleh fasilitator, menciptakan pengalaman pendampingan yang positif dan transformatif
  • Mampu meningkatkan pemahaman terhadap Kurikulum Merdeka — perencanaan pembelajaran, penyusunan modul ajar — dan menerapkan metode Montessori, khususnya penggunaan aparatus sebagai media pembelajaran di kelas
  • Pendampingan mendorong perubahan sikap & perilaku guru dan murid: kedisiplinan, tutur kata yang baik, manajemen konflik, peningkatan kehadiran, dan peningkatan motivasi belajar

2. Tujuan — Yang ingin dicapai guru secara pribadi

  • Penguatan kompetensi individu: pemahaman karakter anak & pengelolaan kelas; pengelolaan emosi diri & manajemen waktu; pendalaman Montessori (area matematika & apparatus); penyusunan modul & pemahaman Kurikulum Merdeka
  • Perbaikan sistem administrasi, penggunaan & pengembangan teknologi serta kreativitas media belajar (IT, Canva, Google Drive, laptop, icebreaking, dsb.)
  • Penguatan program parenting, keterlibatan & kolaborasi dengan orang tua
  • Rencana pengembangan profesional: melanjutkan kuliah, pelatihan lanjutan (Montessori, Kurikulum Merdeka, teknologi, dll.)

3. Kenyataan — Kemampuan & perilaku aktual di kelas

  • Guru masih sangat butuh berkolaborasi — sesama guru, antar sekolah, pemerintahan, atau organisasi non-pemerintah seperti BGBL
  • Masih menghadapi masalah manajemen kelas; kurangnya guru di beberapa sekolah menghambat ketercapaian tujuan
  • Kesulitan membagi pekerjaan "mengajar" dan "administratif"
  • Kesulitan membagi peran sebagai Guru dan Orang Tua
  • Butuh cara untuk lebih mendisiplinkan diri agar konsisten meluangkan waktu belajar/diskusi/pelatihan
  • Butuh lebih banyak cara berinovasi dalam berkomunikasi dengan orang tua

4. Pilihan Cara — Opsi peningkatan kemampuan

Belum ditemukan untuk tahun ajaran 2024/2025

Bagian ini terisi lengkap untuk tahun ajaran 2023/2024 di slide sumber, tapi kolom "Pendampingan Tahun Ajaran 2024/2025" untuk pertanyaan "Pilihan Cara" tidak diikuti poin apapun di hasil ekstraksi teks — kemungkinan terlewat atau memang belum diisi tim MEL saat slide dibuat.

5. Apa Selanjutnya — Rencana tindak lanjut

  • Harus lebih aktif mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas guru — sekolah, dinas, maupun organisasi non-pemerintah seperti BGBL
  • Aktif menjaga diskusi dengan tim internal sekolah, mengevaluasi berkala pekerjaan yang telah dilakukan
  • Konsisten tepat waktu datang ke sekolah
  • Mendorong yayasan/organisasi yang menaungi sekolah membantu mencari organisasi lain selain BGBL
  • Terus menerapkan prinsip Montessori
Sumber: Laporan GMB 2024/2025, slide perbandingan "Pendampingan Tahun Ajaran 2023/2024" vs "2024/2025"
8

Pertumbuhan Penerima Manfaat — 2022/23 → 2024/25

Breakdown per sekolah, direkonstruksi dari 2 tabel komparasi ("Tahun Ajaran 2022/2023" vs "2023/2024" dan "2023/2024" vs "2024/2025") di slide GMB 2024/2025. Total tiap tahun terverifikasi cocok (jumlah baris = total yang tertulis di slide).

DaerahSekolah2022/20232023/20242024/2025
GuruMuridGuruMuridGuruMurid
Rote NdaoTK Talenta Batula463463463
Rote NdaoSD GMIT OEULUbelum dampingan875687
Rote NdaoSD Negeri Ufabelum dampingan10381038
Rote NdaoTK Mentaribelum dampingan327327
BeluPos PAUD Fajar Usia Emas538538440
BeluKB Rai Morisbelum dampingan327327
BeluKB Moris Founbelum dampingan329329
BeluTK Britanybelum dampingan439439
BeluTK Bintang Timurbelum dampinganbelum dampingan360
KutoarjoTK Nasional Kutoarjo318318323
KutoarjoTK Handayani Kutoarjobelum dampingan28211
Total121194536245444

"Belum dampingan" = sekolah belum masuk program di tahun tersebut (bukan data hilang).

Growth % di slide tidak cocok dengan angka tabelnya sendiri: slide menyebut "Jumlah Guru meningkat 50,52%" dan "Jumlah Murid meningkat 57,89%" dari 2022→2024. Tapi angka tabel guru dampingan 12→45 sebenarnya +275%, dan murid dampingan 119→362 sebenarnya +204%. Ditampilkan apa adanya (bukan dihitung ulang) — kemungkinan basis persentase di slide memakai definisi lain (mis. "guru/murid terjangkau" bukan "guru/murid dampingan"), belum jelas.

Growth 2023/24 → 2024/25 (dihitung dari tabel, bukan dari slide): Guru 0% (45→45, tetap), Murid +22,65% (362→444).
9

Biaya Program

Konsisten dengan gap yang sudah tercatat di halaman utama 1 Dekade BGBL: struktur kategori biaya untuk tahun 2024/2025 ada, tapi total angka rupiah-nya tidak ditemukan.

2024/2025 — Rincian Biaya 1 Tahun
Kategori ada, angka —
Slide "Biaya Program Gerakan Guru Merdeka Belajar" hanya berisi catatan kategori (honorarium, tunjangan pelatihan), tanpa angka rupiah yang terekstrak sebagai teks — kemungkinan tabel/chart gambar di slide asli.

Catatan yang ditemukan (tanpa angka)

  • Biaya honorarium menghitung pemberian Tunjangan Hari Raya, sehingga selama program honor diberikan sebanyak 13x
  • Biaya honor termasuk BPJS Kesehatan
  • Tunjangan kegiatan pelatihan diberikan setiap bulan untuk pembelian alat-alat penunjang pelatihan seperti ATK
Untuk tim keuangan/MEL: sama seperti dicatat di halaman utama — kemungkinan angka ini ada di sistem finance/RAB internal BGBL, bukan di dek laporan dampak MEL.
10

Sumber

Laporan Akhir Tahun Program Guru Merdeka Belajar — Periode 2024-2025Google Slides, MEL BGBL — sumber utama seluruh isi halaman ini
Dokumentasi Atambua 2023/2024Folder Google Drive tertaut di slide — belum diekstrak isinya, dan sudah untuk tahun 2023/2024 bukan 2024/2025
Dokumentasi Rote 2023/2024Folder Google Drive tertaut di slide — belum diekstrak
Dokumentasi Kutoarjo 2023/2024Folder Google Drive tertaut di slide — belum diekstrak
bantugurubelajarlagi.org/home.phpSitus resmi, tertaut di slide penutup
Halaman induk: 1 Dekade BGBLbgbl.tumbuh.us/1dekade
Halaman terkait: Data Guru Dampingan Periode 4bgbl.tumbuh.us/1dekade/gurupendamping — deep dive periode 2025/2026 (angkatan berikutnya)
Tidak dimasukkan ke halaman ini: bagian penutup slide berisi to-do internal (link form Google Form pre/post-test, penanggung jawab tugas, tenggat pengisian Juni 2025) — ini logistik kerja tim, bukan konten laporan, sengaja tidak ditampilkan supaya halaman tetap fokus sebagai kompilasi data program.