BGBL · GMB 2023/2024
Draft internal
Working document · Tim BGBL

Program Guru Merdeka Belajar
2023/2024

Deep dive tahun kedua GMB — tahun pertama dengan laporan dampak berdiri sendiri (2022/2023 baru direkonstruksi dari tabel pembanding). Bagian dari kompilasi 1 Dekade BGBL. Satu-satunya dari 4 tahun GMB yang punya total biaya program lengkap — dan satu-satunya yang pakai metodologi M&E TGROW/i-Grow, berbeda dari kerangka 12-item kompetensi GTK yang dipakai tahun-tahun berikutnya.

45guru dampingan, 3 daerah
362murid dampingan
Rp525,5jttotal biaya program (lengkap)
6fasilitator daerah aktif
1

Metodologi M&E: TGROW / i-Grow

Sumber: deck "Refleksi & Ringkasan Dampak" (Juli 2024). Catatan penting untuk tim MEL: tahun ini pakai kerangka TGROW (Topic–Goal–Reality–Options–What's Next) lewat wawancara "i-Grow", beda total dari tahun-tahun berikutnya (2024/2025, 2025/2026) yang beralih ke kerangka 12-item kompetensi berbasis Perdirjen GTK No. 2626/B/HK.04.01/2023. Kalau membandingkan progres lintas tahun untuk buku SROI, dua metodologi ini tidak bisa disandingkan apel-ke-apel — perlu narasi eksplisit soal pergantian metode ini di buku 1 dekade.

Dua pendekatan identifikasi perubahan pada guru (per deck sumber):
1. Survei — upaya identifikasi awal pada aspek-aspek kemampuan guru yang dinilai menunjukkan perubahan (lihat skor 10-item di bawah).
2. Wawancara (metode i-Grow) — dilakukan terarah pada topik-topik tertentu sebagai upaya memahami perubahan yang dialami guru, dipandu pertanyaan "Bagaimana kondisi ibu bapak guru secara umum?" (lihat analisis TGROW 5 tahap di bawah).

Linimasa Monitoring: Agustus 2023 → Juli 2024

Agustus 2023
Onboarding MEL

Titik awal siklus monitoring & evaluasi tahun ini.

September 2023
Pretest

Baseline skor 10-item disiplin positif & kolaborasi, ~13 guru.

Sumber: tabel skor, deck Refleksi & Ringkasan Dampak
iGrow-1
Wawancara i-Grow putaran pertama

Muncul di linimasa deck sumber sebagai titik antara Pretest dan Refleksi 1 — bulan pastinya tidak terbaca jelas dari ekstraksi slide (posisi visual di garis waktu hilang saat dikonversi ke teks).

Urutan pasti, bulan belum jelas
Refleksi 1
Sesi refleksi bersama fasilitator & guru

Sama seperti iGrow-1 — urutannya jelas ada di antara iGrow-1 dan iGrow-2, tapi bulan spesifiknya tidak eksplisit di sumber.

Urutan pasti, bulan belum jelas
iGrow-2
Wawancara i-Grow putaran kedua

Titik terakhir sebelum Posttest — bulan spesifik sama-sama tidak terbaca dari ekstraksi.

Urutan pasti, bulan belum jelas
Juni 2024
Posttest

Skor akhir 10-item yang sama, dibandingkan langsung ke Pretest Sep 2023.

Sumber: tabel skor, deck Refleksi & Ringkasan Dampak
Juli 2024
Refleksi 2 — penyusunan deck ini

Sesi "Bayangkan anda seorang dokter, mari kita lihat hasil lab!" — framing refleksi akhir tahun yang dipakai tim MEL untuk membedah data pretest/posttest bersama fasilitator.

Sumber: deck Refleksi & Ringkasan Dampak, Juli 2024
2

Analisis TGROW — Sebelum vs Setelah Pendampingan

Ini konten paling khas tahun 2023/2024 dan tidak diulang di tahun-tahun berikutnya. Lima tahap TGROW (Issues/Topic, Goal, Reality, Options, What's Next), tiap tahap dikutip apa adanya dari anekdot guru yang dirangkum tim MEL — bukan parafrase saya.

Tahap 1 — Issues

Apa yang dirasakan guru: keterampilan profesional & fasilitas sekolah

Sebelum pendampingan
  • Kerjasama antar guru dirasa menantang
  • Concern terhadap performa rekan sesama guru yang dinilai kurang efektif
  • Media pembelajaran yang dinilai kurang mendukung
  • Gaji yang dinilai tidak layak
  • Kesulitan dalam manajemen waktu
  • Mengaplikasikan apparatus Montessori
  • Tidak ada panduan maupun pelatihan dalam menyusun rencana pembelajaran
Setelah pendampingan
  • Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, memahami cara menerapkan kurikulum merdeka
  • Mampu melakukan pengaturan kelas, meskipun terkadang masih kesulitan mengelola waktu
  • Media pembelajaran semakin lengkap dan beragam, disertai upaya alternatif berdasarkan potensi wilayah

"Fokus utama guru berubah, dari semula berkenaan dengan kelayakan sarana prasarana menjadi berdaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran."

Tahap 2 — Goal

Tujuan pribadi guru dalam memecahkan masalah mengajar

Sebelum pendampingan
  • Motivasi intrinsik dilandasi rasa empati terhadap murid disertai kepercayaan dari ketua yayasan
  • Sarana dan prasarana yang layak
  • Status kepegawaian yang tetap (misalnya, PNS atau P3K)
  • Pemerkayaan pengalaman sebagai guru baru
  • Tes CPNS atau P3K
Setelah pendampingan
  • Menguasai apparatus dan Montessori secara umum, supaya lebih mandiri ketika BGBL sudah tidak mendampingi lagi
  • Pelibatan orangtua, pembuatan kelas parenting
  • Pelatihan guru-guru
  • Pembiasaan cuci tangan, juga kebersihan kelas
  • Kreatif dalam penataan kelas
  • Mengoperasikan komputer
  • Disiplin dan tepat waktu

"Tujuan pengajaran berubah, dari semula status pekerjaan menjadi lebih berdaya pada penguasaan pedagogi, pengelolaan ruang kelas, serta pelibatan orangtua serta rekan sesama guru."

Tahap 3 — Reality

Kemampuan guru pada kenyataannya, di kelas

Sebelum pendampingan
  • Telah dilakukan penguatan kepada guru-guru, melibatkan PKBM
  • Adanya pemanfaatan alam dalam pemerkayaan pembelajaran
  • Adanya pelatihan Montessori dari BGBL
  • Adanya bantuan alat pembelajaran dari dinas
  • Kesulitan dalam mengatur waktu karena urusan domestik
Setelah pendampingan
  • Rupanya antar tim sesama rekan guru bisa saling berempati
  • Ekspresi dan kemampuan anak beragam
  • Fasilitas belajar menunjang
  • Sering diundang dinas
  • Kesulitan dalam pengaturan waktu karena urusan domestik tetap muncul, belum tuntas

"Fokus potensi yang dipersepsikan berkembang, dari semula media pembelajaran dan kebutuhan peningkatan kapasitas guru, berkembang pada kesediaan fasilitas belajar dan kemampuan mengajar, namun guru masih kesulitan melakukan pengaturan waktu."

Tahap 4 — Options

Cara-cara yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan

Sebelum pendampingan
  • Dialog dengan guru terkait concern yang dirasakan dalam kaitannya dengan kerjasama sesama guru
  • Mencetak materi-materi yang pernah diberikan BGBL
  • Belajar dari fasilitator BGBL soal esensi kurikulum terkini
  • Belajar soal kurikulum terkini dan (belajar lagi) Montessori
Setelah pendampingan
  • Aktif mengikuti workshop, seminar, dan kegiatan peningkatan kapasitas guru lainnya
  • Pelibatan guru dalam manajemen sekolah
  • Berbagi sesama guru (misalnya, melalui PMM)
  • Lebih banyak melibatkan orangtua dalam pembelajaran
  • Membutuhkan bantuan sarana prasarana (misal: kendaraan dan jaringan internet)

"Opsi-opsi yang dipersepsikan berkembang, dari semula kesulitan dalam beradaptasi dengan sesama rekan guru dan kurikulum pembelajaran, menjadi inisiatif dalam peningkatan kapasitas profesional seorang guru."

Tahap 5 — What's Next

Langkah lanjutan yang direncanakan guru

Sebelum pendampingan
  • Berdialog dengan rekan guru satu tim dan kepala sekolah
  • Konsolidasi dengan KCD terkait kebutuhan pelatihan
  • Belajar soal kurikulum terkini dan (belajar lagi) soal Montessori
Setelah pendampingan
  • Mengupayakan datang ke sekolah tepat waktu
  • Mengikuti berbagai alternatif peningkatan kapasitas guru (misal: pelatihan BGBL, perangkat ajar PMM)
  • Lebih sering komunikasi dengan dinas
  • Menerapkan prinsip Montessori secara teratur tanpa terburu-buru

"Persepsi seputar peningkatan yang berkembang, dari semula kebutuhan untuk berkolaborasi dengan sesama rekan guru serta penerapan kurikulum yang tepat, menjadi lebih berdaya dalam menerapkan metode pengajaran yang telah dikuasai, disertai dengan keinginan untuk memperluas jejaring yang mendukung."

3

Skor Disiplin Positif & Kolaborasi — Pretest → Posttest

Skala 1-4 (self-assessment guru), 10 item. Rata-rata per item dihitung dari raw data mentah di slide sumber — Pretest (Sep 2023) berbasis 13 guru, Posttest (Jun 2024) berbasis 12 guru (1 baris hilang dari tabel posttest sumber, kemungkinan analog dengan pola "Deleted" yang juga ditemukan di halaman Guru Dampingan — perlu konfirmasi ke tim MEL, bukan berarti guru itu keluar program).

Naik dari Pretest ke Posttest Turun dari Pretest ke Posttest
ItemPretest (Sep 2023)Posttest (Jun 2024)Selisih
Item 1 — Mengapresiasi capaian murid sesuai keberhasilan tugas tertentu3.463.17-0.29
Item 2 — Mencontohkan kebiasaan baik keseharian (buang sampah, minta tolong, minta maaf)3.693.75+0.06
Item 3 — (reversed) "Lebih baik murid tidak perlu terlibat aktif dalam perencanaan/refleksi pembelajaran"2.922.75-0.17
Item 4 — Berbicara pada murid tanpa nada tinggi2.773.25+0.48
Item 5 — Memberi hadiah/pujian konkret atas perbuatan baik murid3.083.25+0.17
Item 6 — (reversed) "Diam saja, membiarkan murid mencari penyelesaian/mencapai tujuan sendiri"2.852.67-0.18
Item 7 — Menceritakan kisah inspiratif sesuai tahap perkembangan anak3.003.25+0.25
Item 8 — Berkolaborasi dengan rekan guru/wali murid/yayasan/dinas2.923.33+0.41
Item 9 — Mengondisikan kelas sesuai kesepakatan/budaya kelas3.083.17+0.09
Item 10 — Memberi konsekuensi yang tidak menyakiti fisik/psikis murid3.383.17-0.21
Klaim deck sumber vs angka hasil hitung halaman ini: deck menyorot item 4, 6, dan 8 sebagai "cenderung meningkat" untuk aspek disiplin positif & kolaborasi. Item 4 (+0.48) dan item 8 (+0.41) cocok dengan rata-rata di atas, tapi item 6 justru turun (-0.18) menurut hitungan rata-rata kolom di halaman ini. Kemungkinan deck memakai metode pemilihan berbeda (misal % guru yang naik, bukan rata-rata skor) — metodenya tidak dijelaskan di sumber, jadi tidak direkonsiliasi paksa di sini. Item 3 dan 6 juga kemungkinan pertanyaan reversed (pernyataan negatif) — perlu konfirmasi cara scoring-nya ke tim MEL sebelum dipakai di buku SROI.
4

Roster Fasilitator Daerah

6 fasilitator aktif tahun 2023/2024 — jumlah ini juga cocok dengan "6 Orang" yang muncul di baris honorarium pada tabel biaya program. Sumber: deck "Program Guru Merdeka Belajar 2023-2024" (Impact Report).

Rote
Laudy Laura Octavia
Rote · GMB 23/24

Pendidikan: Universitas Jendral Soedirman, Agriculture.
Pengalaman: 2022–2023 Head of Education, PT. Kebun Bumi Lestari; 2021–2022 Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.

Masnur
Rote · GMB 23/24

Pendidikan: National Institute of Islamic Religion, Langsa.
Pengalaman: 2018–2022 Generalist Education Program Officer, Tubaba Cerdas; 2016–2017 Education Improvement Facilitator, Tubaba Cerdas; 2015–2016 Refugees Education Facilitator, Dompet Dhuafa.

Vika Nahak
Rote · GMB 23/24 & 24/25

Pendidikan: Universitas Nusa Cendana, FKIP PGPAUD.
Pengalaman: Jul–Des 2020 Intern RK Kristen GMIT Koinonia Kupang; 2021–2022 TK Bintang Timur Atambua.

Atambua / Kutoarjo
Ayu Ashka Sari R.
Atambua/Kutoarjo · GMB 23/24

Pendidikan: Universitas Bengkulu, Ilmu Komunikasi.
Pengalaman: 2018–2019 Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar; 2020 Fasilitator Angkatan 1, Tubaba Cerdas; 2021–2022 Konsultan Relawan Angkatan IV, Sekolah Literasi Indonesia; Supervisor Rumah Kepemimpinan Regional III Putri Yogyakarta.

Agil
Atambua/Kutoarjo · GMB 23/24

Pendidikan: Universitas Tadulako, Pendidikan MIPA.
Pengalaman: 2023–sekarang Admin Bank Sampah Kabelota Pura dan Kebun Kirana; 2021–2022 Pengajar Muda, Gerakan Indonesia Mengajar.

Halaman "Guru Dampingan" (periode 4, 2025/26) catat Agil di Belu — kemungkinan rotasi daerah, belum dikonfirmasi
Yustina Nova P. Manika
Atambua/Kutoarjo · GMB 23/24 & 24/25

Pendidikan: Bachelor of Communication, STIKOM PROSIA; D3 Broadcasting, Bina Sarana Informatika.
Pengalaman: 2014–2018 Kindergarten Teacher, Kidea; 2018–2022 Kindergarten Teacher & Social Media Account Executive.

5

Biaya Program Gerakan Guru Merdeka Belajar

Total Rp525.500.000 — satu-satunya tahun GMB (dari 4 tahun) dengan angka total lengkap yang terbaca dari dokumen. Rincian di bawah dikutip langsung dari tabel sumber; baris "Operasional Fasilitator" tidak punya angka total per sub-item di slide, jadi subtotalnya dihitung dari pengurangan (total keseluruhan minus kategori lain yang eksplisit) — ditandai dengan *.

Total Biaya 2023/2024
Rp525.500.000
Satu-satunya tahun GMB dengan total lengkap — lihat perbandingan 4 tahun di halaman 1 Dekade
Fasilitator Dibiayai
6 Orang
Cocok dengan roster fasilitator di atas (3 Rote + 3 Atambua/Kutoarjo)
KategoriDetailSatuanFrekuensiHarga SatuanTotal
Operasional FasilitatorHonorarium Fasilitator6 orang13Rp5.150.000Tidak eksplisit
Operasional FasilitatorUang Saku Masa Pelatihan6 orang12Rp200.000Tidak eksplisit
Operasional FasilitatorTunjangan Kegiatan Pelatihan6 orang1Rp1.500.000Tidak eksplisit
Subtotal Operasional Fasilitator (dihitung)*Rp425.100.000
TransportAtambua (dari & ke lokasi penempatan)2 orang2 kaliRp4.000.000Rp16.000.000
TransportLokasi 2 tidak berlabel eksplisit di sumber3 orang2 kaliRp3.000.000Rp18.000.000
TransportLokasi 3 tidak berlabel eksplisit di sumber1 orang2 kaliRp700.000Rp1.400.000
Monitoring & Evaluasi1 orang, 2 hari perjalanan, 4 hari 3 malam survey11Rp25.000.000Rp25.000.000
Pelatihan Fasilitator11Rp30.000.000Rp30.000.000
Pengiriman Montessori Kit Learning11Rp10.000.000Rp10.000.000
TOTAL BIAYARp525.500.000
*Subtotal Operasional Fasilitator dihitung, bukan langsung dari sumber: Rp525.500.000 (total) − Rp16.000.000 − Rp18.000.000 − Rp1.400.000 − Rp25.000.000 − Rp30.000.000 − Rp10.000.000 = Rp425.100.000. Perkalian langsung satuan×frekuensi×harga (misal 6×13×Rp5.150.000) tidak dipakai karena hasilnya jauh melebihi total keseluruhan — kemungkinan "Jumlah"/harga satuan di baris ini punya basis perhitungan berbeda (bukan per-orang-per-bulan murni) yang tidak terjelaskan di slide. Untuk laporan SROI, minta tim finance BGBL konfirmasi rincian tiga baris Operasional Fasilitator ini secara langsung.
6

Cerita Inspiratif

Sumber: deck "Program Guru Merdeka Belajar 2023-2024" (Impact Report). Nama dan kutipan diambil apa adanya dari slide sumber.

Kutoarjo, Jateng Rote, NTT Belu, NTT
Kutoarjo

Teti — dari klasikal ke kolaborasi loose part × Montessori

"Dulu sistem pembelajaran sifatnya klasikal, saat ini saya dapat memfasilitasi cara belajar anak-anak, mengkolaborasikan aparatus loose part dengan montessori." — Teti, Kutoarjo

Rote — TK Mentari

Matheos Saba — permainan menarik, anak lebih mandiri

"Anak-anak menjadi lebih tertarik ke sekolah karena adanya permainan yang menarik, terlebih juga orangtua merasa terbantu karena anaknya menjadi mandiri." Pada bagian lain deck, Matheos Saba juga menambahkan: "Ide membuat pojok baca menurut saya menarik untuk menjadi ruang dialog orangtua ketika mengantar dan menunggu anak-anak, saya ingin belajar lebih tentang contoh-contoh pelibatan orangtua di sekolah." — Matheos Saba, TK Mentari

Rote — TK Mentari

Beatriks — belajar diferensiasi pembelajaran

"Dari fasilitator, saya belajar bagaimana persisnya diferensiasi pembelajaran, sekarang ini anak-anak lebih banyak yang datang ke sekolah." — Beatriks, TK Mentari

Belu — PAUD Morus Foun

Emeransiana — memahami logika penataan kelas

"Saya awalnya belum tau tentang penataan kelas, sekarang jadi paham bagaimana penataan kelas yang baik seperti peletakan alat di kelas agar tidak hanya tertata rapi tapi ada alasan penempatannya." — Emeransiana, PAUD Morus Foun

Belu — Desa Manleten

Biti sebagai pengganti alas kerja Montessori

Dalam Montessori, alas kerja (mat) adalah alat penting sebagai batas area kerja siswa saat memainkan aparatus. Mat yang tersedia hanya 4 buah sehingga anak-anak sering rebutan. Di daerah tempat tugas fasilitator, alas kerja Montessori tidak dijual — kalaupun ada, harganya lumayan mahal — sehingga guru berinisiatif melibatkan orang tua dalam penyediaan alas kerja ini. Di Desa Manleten, Kab. Belu, terdapat tikar anyaman bernama Biti, ditenun dari daun goang (pohon tali) dan daun hedan (pandan berduri), biasa dipakai sebagai alas duduk atau alas tidur. Biti kemudian dibuat seukuran alas kerja Montessori — memanfaatkan produk lokal sekaligus mempererat kerja sama sekolah dan orang tua murid.

Guru Tumbuh — Rote, NTT

Bu Ester dan Bu Febri

Bu Ester si paling kreatif, selalu ada-ada saja idenya dalam mengajar — pernah memotong pelepah pisang untuk media belajar mengecap, dengan pewarna dari pandan sebagai warna hijau favoritnya. "Kita akan belajar mengecap hari ini!" serunya, dan murid-murid pun tak sabar mencoba satu per satu.

Bu Febri si paling penyemangat, terus menyemangati anak-anak (usia 3–4 tahun) yang masih kesulitan membedakan panjang-pendek, belum fasih menggunakan tripod fingers, atau belum bisa menggulung dan membuka alas kerja dengan rapi. "Besok kita coba lagi ya," katanya sambil tersenyum. "Kamu hebat, sudah berani mencoba."

Kutipan Guru — Pelibatan Orang Tua

"Kemandirian anak-anak serta pemerkayaan media pembelajaran membuat orangtua lebih semangat mengantarkan anak ke sekolah."

Semy — TK Talenta, Rote

"Anak-anak lebih rajin datang ke sekolah untuk 'barmain' Montessori, orang tua pun ikut senang dengan kehadiran teman-teman fasilitator di sekolah."

Delsi — TK Talenta, Rote
Cek silang penulisan nama sekolah: deck 2023/2024 menyebut "TK Bethany" di Belu, sementara halaman Guru Dampingan (data periode 2025/2026) menyebut sekolah serupa sebagai "PAUD Brithany". Kemungkinan sekolah yang sama dengan ejaan berbeda antar dokumen — belum dikonfirmasi mana yang benar.
7

Pertumbuhan Penerima Manfaat: 2022/2023 → 2023/2024

Direkonstruksi dari tabel komparasi di deck "Program Guru Merdeka Belajar 2023-2024". Kolom guru & murid dijumlahkan langsung dari baris per-sekolah di tabel sumber; nama sekolah individual di beberapa baris 2023/2024 tidak terbaca eksplisit dari tabel (kolom nama kosong untuk sekolah ke-2 dst per kabupaten), jadi ditampilkan di level kabupaten.

DaerahSekolah 2022/23Guru 2022/23Murid 2022/23Sekolah 2023/24Guru 2023/24Murid 2023/24
Kab. Rote Ndao, NTT1 (TK Talenta Batula)463425203
Kab. Belu, NTT1 (Pos PAUD Fajar Usia Emas)538415133
Kab. Purworejo, Jateng1 (TK Nasional Kutoarjo)3182526
Total3121191045362
Sekolah tambahan 2023/2024 (nama diketahui dari cross-check dengan konten cerita & roster periode berikutnya, bukan dari tabel komparasi langsung): Rote Ndao — SD GMIT OEULU, SD Negeri Ufa, TK Mentari; Belu — KB Rai Moris, KB Moris Foun, TK Bethany/Brithany (lihat catatan ejaan di atas); Kutoarjo — TK Handayani. Pemetaan baris-per-baris ke angka guru/murid spesifik tidak eksplisit di tabel sumber, jadi tidak dipaksakan di sini.
Diskrepansi angka pertumbuhan — jangan direkonsiliasi tanpa konfirmasi MEL: deck sumber menyatakan pertumbuhan guru +50,52% dan murid +57,89%. Tapi angka mentah di tabel komparasi yang sama menyiratkan kenaikan jauh lebih besar: guru 12→45 (+275%), murid 119→362 (+204%). Metode perhitungan persentase di deck tidak dijelaskan — kemungkinan basisnya beda (misal rata-rata per sekolah, atau termasuk data historis lain yang tidak tercakup di tabel ini). Kedua angka (persentase resmi deck dan angka mentah tabel) ditampilkan apa adanya; perlu klarifikasi tim MEL sebelum dipakai di laporan SROI.
8

Sumber

Refleksi & Ringkasan Dampak — Program Guru Merdeka BelajarGoogle Slides, MEL BGBL, Juli 2024. Metodologi TGROW/i-Grow, skor 10-item disiplin positif & kolaborasi (pretest Sep 2023 / posttest Jun 2024), linimasa monitoring Agu 2023–Jul 2024.
Program Guru Merdeka Belajar 2023-2024 — Impact ReportGoogle Slides, BGBL. Latar belakang & skema program, roster fasilitator dengan bio, tabel penerima manfaat 2022/23 vs 2023/24, cerita inspiratif, biaya program Rp525.500.000.